Rabu, 13 Juli 2016

Perusahaan Asuransi Bejo Life


Sebut saja namanya Bejo, seorang pedagang dan pemilik toko spare part mesin-mesin pabrik di LTC Glodok, usianya masih cukup muda sekitar 30 an awal, sudah bekeluarga dan punya anak satu usia 2 tahun dan istri mengurus anak dirumah, beberapa bulan lalu saya sempat mampir ke tokonya dalam rangka Canvassing.

"Ah saya gak main yang kayak gitu-gituan" kalimat ini yang paling saya ingat dari perkataan koh Bejo (Bejo ko' dipanggil kokoh?? ) dalam obrolan kami waktu itu ketika berbicara mengenai asuransi
dan waduh asuransi di bilang "gitu-gituan"

"Gak percaya saya sama yang namanya asuransi, jadi gak mainlah"  kata koh Bejo

"O ya koh?? pernah punya pengalaman jelek ya dengan asuransi ?" tanya saya

"Banyaklah pak John, saya sering dengar banyak yang kecewa dengan yang namanya asuransi, makanya saya ngga maulah ikut-ikut kayak gitu, buang uang doang, mendingan uang saya puterin lagi di usaha, lebih kelihatan hasilnya" Jawab koh Bejo dengan semangat.

Saya hanya mengangguk angguk kecil sambil menyimpulkan bahwa pengalaman buruk tentang asuransi bukanlah pengalaman langsung si koh Bejo ini.

"Jadi udah ya,.. maaf aja ya pak John,.. kalau asuransi nggaklah saya gak main!" sekali lagi koh Bejo mengulangi kata-kata ini seolah ingin menegaskan hal ini.

"O gitu ya koh,... ya gapapa sih koh kalau emang begitu,.. terima kasih ya buat waktunya" jawab saya sambil sedikit tersenyum.

"Iya sama-sama!" sahut si kokoh sambil membalas tersenyum

Saya bergerak akan keluar toko tapi kemudian berhenti.

"Koh, saya penasaran nih" kata saya

"Apa itu?" jawab si kokoh

"Kalau kokoh gak maen dengan yang namanya asuransi, kenapa kokoh sekeluarga bisa punya asuransi sampai hari ini?" tanya saya

Terlihat wajah berpikir dari si koh Bejo.

"Ngga saya gak punya asuransi,.. siapa yang bilang?" sanggah koh Bejo

"Punya koh,.. kokoh sama keluarga punya asuransi" sahut saya lagi

"Kan saya sudah bilang saya gak maen gituan" jawab si koh Bejo lagi

"Betul koh makanya saya jadi penasaran kenapa kokoh bisa punya asuransi sampai sekarang ini" sahut saya sambil memperhatikan reaksi si kokoh dengan sedikit senyum

"Koh Bejo semenjak mulai punya penghasilan, kokoh udah punya asuransi dari perusahaan asuransi yang namanya Bejo life" lanjut saya dengan tetap tersenyum

"Ooo itu,.. !" seru si kokoh sambil mengangguk sekali

Saya tersenyum, si kokoh juga ikut tersenyum walaupun dikit banget, jadi saya lanjutkan.

"Iya koh waktu kokoh mulai kerja atau bisnis, mulai punya penghasilan kokoh langsung bikin perusahaan asuransi yang namanya Bejo Life, nasabah Bejo Life ini awalnya sih cuma punya satu nasabah aja,.. ya cuma kokoh aja nasabahnya, trus mulai nambah lagi waktu kokoh punya istri, trus punya anak, jadi nasabah perusahaan asuransinya kokoh sampai sekarang ini ada 3 orang, kokoh sendiri, cici sama anak kokoh."  lanjut saya.

Kelihatannya si kokoh masih mendengarkan, jadi saya lanjut

"Perusahaan asuransi kokoh ini pengelolaannya sederhana sekali, preminya juga flexible banget, kalau ada uang sisa bayar premi, kadang gede kadang kecil kadang gak bayar bebas gak ada yang namanya manfaat lapse, dan kalau perlu uang bisa ditarik kapan aja, uang preminya sama Bejo Life kadang disimpan di bank, kadang dibelikan asset property rumah mobil itupun kalau ada dana ngumpul, tapi seringnya sama Bejo Life ini diputar lagi kebisnis, jadi perusahaan Bejo Life ini jarang sekali ada uang tunai dalam jumlah lumayan, hampir semuanya muter" 

Hening sejenak.

"Koh yang namanya perusahaan asuransi itu pasti ada programnya, Bejo Life juga sama koh ada programnya, nah programnya sederhana sekali, kalau salah satu nasabah sakit dan mesti nginap di rumah sakit, Bejo Life akan siapkan sejumlah uang jaminan cash yang biasanya diminta rumah sakit sebelum bisa rawat inap, diluar biaya rawat inapnya sendiri, tapi karena di Bejo Life ini seringkali gak ada uang cash karena uangnya masih sibuk muter dibisnis, biasanya ada satu paket tambahan saat mau rawat inap, fasilitas ngotot-ngototan sama administrasi rumah sakit"

"Itu untuk program rawat inapnya koh, lain lagi untuk program sakit kritisnya, kalau misal yang kena sakit kritisnya kokoh sendiri, trus butuh biaya ratusan bahkan sampai miliaran, padahal kalau kejadiannya sama yang kerja atau sama kokoh otomatis gak bisa kerja atau usaha otomatis dana kelolaan Bejo Life juga bakal berhenti koh, nah untuk kondisi seperti ini biasanya ada fasilitas transfer resiko secara otomatis dari Bejo Life ke Cici Life.

Tapi karena sumber dana dari Cici Life gak jelas, dampaknya ya Cici Life ini harus cari mati-matian cari dana yang cukup untuk bayar claim ke keluarga, biaya penyembuhan biaya hidup keluarga semuanya harus Cici Life yang cover.

Kalau Cici Life gak sanggup bayar claim, biasanya, biasanya Cici Life bisa cari bantuan ke OrTu Life, kalau gak cukup juga bisa ke Mertua Life, masih gak cukup juga Saudara Life atau bahkan ke Teman Life."

Semakin banyak yang bantu semakin ringan bebannya"

Terlihat wajah si kokoh mulai serius.

"Koh,.." lanjut saya lagi..

"Sebenarnya di perusahaan asuransi itu kita berbagi resiko koh, kalau tadi resikonya dibagi diantara OrTu Life, Mertua Life, Saudara Life, Teman Life supaya beban Cici Life jadi lebih ringan,  di perusahaan asuransi resikonya dibagi bukan sebatas puluhan, ratusan atau ribuan orang tapi bisa sampai jutaan orang, jadi beban si Cici Life juga dibagi bersama jutaan Nasabah Life.

Perusahaan seperti Prudential, Manulife, AXA, ACE, Allianz atau yang lain-lain lah tugasnya buat ngelola dananya aja koh"

Si kokoh lalu bertanya. "Berapa sih Preminya..?"


John Frederick W
HP/WA : 081291792088
email : fredjow@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar