Kamis, 14 Juli 2016

Jangan Beli Asuransi Pasti Rugi,...!!!


Pernah dengar nasehat seperti itu dari orang-orang di sekitar anda?

"Saya sudah nabung di asuransi 500 ribu tiap bulan sekarang udah 2 tahun saya tutup tapi uang saya cuma dikembalikan 3 juta doang?? 8 jutanya kemana??

Siang tadi saya membaca status di Facebook yang intinya merupakan keluhan seorang nasabah yang merasa dirugikan oleh pihak asuransi, karena setelah 10 tahun me-investasikan uangnya di asuransi sebesar 500ribu perbulan tapi ternyata uangnya hanya menjadi Rp. 60.778.000.

"Bisakah kalian bayangkan 500.000 selama 10 th hanya mendapat 778.000. Saya pikir agen2 asuransi investasi sebaiknya berkaca.... apakah enak rasanya memakan hasil keringat klien dengan cara seperti ini? Saya membayangkan pekerja keras dengan gaji terbatas yang menyisihkan Rp. 500.000 perbulan dengan susah payah akhirnya hanya mendapat 778.000 selama 10 th.  BAYANGKAN 10 TH"

Kira kira seperti itu sepenggal ungkapan kekecewaan seorang nasabah asuransi yang di curahkan di status FB yang akhirnya  cukup banyak mendapat balasan, ada yang mencoba meluruskan, ada yang sependapat lalu bersama-sama marah-marah dan mengutuk asuransi dan para agennya, ada juga nasabah-nasabah yang menjadi khawatir lalu menimbang-nimbang untuk menutup polisnya.

Mungkin anda sering mendengar hal-hal seperti ini?

Atau anda sendiri juga merasa menjadi salah satu orang yang "dirugikan" oleh asuransi?

Kalau anda merasa senasib dan sepenanggungan dengan orang-orang yang kecewa di atas, dan mempunyai pemikiran yang sama atau mirip-mirip dengan status diatas, maka saya sarankan JANGAN PERNAH MEMBELI ASURANSI KARENA ANDA PASTI!  SEKALI LAGI PASTI AKAN RUGI !

Asuransi bukanlah tabungan, asuransi bukanlah investasi walaupun didalamnya ada porsi investasi untuk Unit Link, Asuransi adalah Asuransi.

Asuransi diambil bukan untuk menciptakan keuntungan baik jangka pendek, menengah ataupun jangka panjang.

Tujuan seseorang mengambil asuransi bukan untuk mendapatkan keuntungan, tapi untuk menghidari atau mengurangi dampak kerugian yang ditimbulkan karena suatu kejadian yang tidak direncanakan yang secara tiba-tiba membutuhkan uang yang cukup besar.

Mengambil asuransi dengan harapan keuntungan hanya akan membuat seseorang merasa menyesal ketika seharusnya bersyukur saat tidak terjadi resiko sakit, kecelakaan ataupun sakit kritis.

Mereka ketika seorang agen mengatakan ada uang 1 miliar yang akan asuransi berikan jika terkena sakit kritis biasanya akan menjawab "Iya dapet 1 Miliarnya mesti kena stroke dulu baru keluar, kalau ngga ada apa apa yang gak bakalan dapet, rugi udah bayar premi setiap bulan" Mereka tidak pernah berfikir uang 1 miliar tersebut bisa menjadi sangat membantu saat kehilangan income karena di PHK perusahaan yang disebabkan kehilangan kemampuan untuk bekerja karena sakit kritis, mereka tidak berfikir uang 1 miliar itu dapat menjaga standar hidup keluarga tidak akan turun atau bahkan terpuruk.

Ban serep ada bukan untuk membuat mobil bahan bakarnya menjadi lebih irit atau menjadikan mobil bisa melaju lebih kencang, ban serep ada untuk memberikan rasa aman pada pengemudi dan penumpang, karena ada jaminan ketika terjadi resiko ban bocor ataupun pecah, perjalanan akan tetap dapat dilanjutkan untuk mencapai tujuannya.

Demikian juga asuransi ada bukanlah untuk memberikan keuntungan finansial, tapi asuransi ada untuk memberikan rasa aman, rasa aman karena ada kepastian ketika income terpaksa harus hilang karena kemampuan kerja hilang akibat sakit kritis atau bahkan meninggal dunia, akan ada income pengganti dari asuransi untuk anda dan keluarga melewati masa masa sulit sakit kritis, atau keluarga dan semua orang yang dicintai tetap dapat melanjutkan kehidupan mereka dengan tetap terjaga standar hidupnya walaupu sang pencari nafkah sudah tiada.

John Frederick W.
HP/WA : 081291792088
email : fredjow@gmail.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar