Minggu, 31 Juli 2016

3 Aspek Waktu Kebutuhan Asuransi


Banyak pandangan yang berlaku umum di masyarakat mengenai asuransi adalah "Kalau sakit rawat inap dibayarin, kalau meninggal dikasih duit"  pandangan ini sama sekali tidak salah dan tentunya sama sekali tidak perlu untuk dikoreksi.

Iyalah,.. apa yang mau di koreksi kalau memang tidak salah.

Tapi walaupun seperti itu pengertiannya secara umum dari sebuah produk asuransi, pengaplikasiannya tidaklah berada dalam ruang lingkup yang sesempit itu saja.

Asuransi sebagai salah satu produk finansial sesungguhnya hadir dan melekat pada diri setiap kita dalam 3 aspek waktu kehidupan manusia, dan setiap manusia hidup tidak bisa lepas dari ke tiga aspek waktu ini, karena semua orang tanpa terkecuali pasti memiliki masa lalu, masa sekarang dan masa depan.

Karena itu saat seseorang ingin mengambil sebuah program asuransi ada baiknya mempertimbangkan 3 hal dibawah ini sebagai program asuransi yang akan diambilnya.

1. Kebutuhan Asuransi Untuk Masa Lalu
Loh?? kok bisa masa lalu membutuhkan asuransi? bukankah asuransi hanya untuk mengcover resiko yang tidak terduga dimasa yang akan datang?

Mungkin anda berfikir seperti itu ketika membaca aspek pertama yang saya sampaikan ini.

Kebutuhan asuransi yang berkenaan dengan masa lalu seseorang adalah Jaminan Hutang, karena hutang adalah keputusan finansial seseorang dimasa lalu yang kewajiban finansialnya belum selesai dan masih ada sampai sekarang dan mungkin juga akan masih ada sampai beberapa waktu kedepan.

Dalam mempertimbangkan program asuransi dalam hal pelunasan hutang maka hal penting yang harus dipertimbangkan adalah seberapa besar dampak yang ditimbulkan baik bagi anda sendiri maupun keluarga, anak ataupun istri ketika anda tidak lagi mampu untuk membayar dan melunasi hutang yang disebabkan tidak lagi mampu untuk bekerja karena sakit atau bahkan meninggal dunia.

Seorang yang berhutang kredit kendaraan bermotor dampak terbesarnya ketika tidak lagi mampu membayar adalah kehilangan kendaraan bermotor, demikian juga orang yang berhutang untuk membeli property, maka dampak terbesarnya adalah kehilangan property, dan sekarang ini biasanya perusahaan yang memberikan pinjaman mengikut sertakan juga asuransi jiwa, sehingga ketika pihak yang berhutang meninggal baik kendaraan bermotor ataupun property akan secara otomatis menjadi hak milik ahli waris tanpa harus menyelesaikan kewajiban membayar sisa tunggakkan, tapi bagaimana jika yang terjadi adalah bukan meninggal tapi sakit kritis sehingga anda tidak bisa lagi bekerja, apakah kewajiban membayar tagihan otomatis dibebaskan?? tentu tidak!

Lalu bagaimana dengan hutang yang digunakan untuk modal usaha dan yang lainnya dalam bentuk uang tunai yang cukup besar, perlu dipertimbangkan apa dampaknya ketika terjadi sakit kritis ataupun meninggal dunia pada diri seseorang yang berhutang, maka akan berdampak pada ahli waris yang mau tidak mau harus segera melunasi hutang tersebut, apakah mereka mampu? dan jika tidak mampu apa dampaknya? apakah keluarga bisa kehilangan rumah, apakah keluarga standard hidupnya tidak akan jatuh??

2. Kebutuhan Asuransi Untuk Masa Sekarang

Kebutuhan Asuransi untuk masa sekarang adalah yang bersangkutan dengan biaya hidup baik buat diri sendiri maupun untuk keluarga, karena itu hal yang terpenting yang harus di asuransikan adalah INCOME/PENGHASILAN anda.

Seberapa pentingkah penghasilan anda untuk anda sendiri dan keluarga anda, apakah dampaknya ketika penghasilan tersebut hilang apakah akan berdampak besar pada diri anda dan keluarga, dapatkah keluarga bertahan dan mempertahankan standar hidupnya tanpa penghasilan tersebut, apakah tanpa penghasilan tersebut anak-anak anda masih akan tetap bisa terus bersekolah dan menyelesaikan pendidikannya, masihkah kebutuhan-kebutuhan keluarga bisa tetap terpenuhi.

Jika jawabnya tidak berdampak apapun baik bagi anda ataupun keluarga maka anda tidak membutuhkan asuransi untuk memproteksi penghasilan anda, akan tetapi jika sangat berdampak maka anda selayaknya mulai mempertimbangkan sebuah program asuransi Proteksi Income yang akan menjamin penghasilan anda tidak akan hilang walaupun resiko memaksa anda untuk tidak dapat bekerja kembali.

3. Kebutuhan Asuransi Untuk Masa Depan

Semasa seseorang hidup, bekerja dan berkembang pasti menginginkan untuk mengembangkan aset-aset mereka, sehingga suatu saat ketika memasuki masa pensiun ada aset yang bisa menjamin untuk melewati masa-masa pensiun dengan layak, selain masa pensiun tentunya juga ada hal-hal lain yang perlu dipersiapkan untuk masa depan seperti juga Dana pendidikan dan juga Warisan.

Kebutuhan Finansial masa depan umumnya bisa dicapai dengan cara berinvestasi dan mengumpulkan aset yang tentunya membutuhkan waktu untuk pencapaiannya, pertimbangan asuransi untuk ketiga hal ini adalah "Bagaimana jika proses pengumpulan investasi dan aset tersebut terganggu bahkan terhenti sebelum waktunya yang disebabkan karena kehilangan kemampuan karena kena stroke, kanker, jantung atau bahkan meninggal, bagaimana dampaknya?? apakah anak masih tetap terjamin pendidikannya? siapakah yang akan meneruskan tabungannya?"

John Frederick W
081291792088
fredjow@gmail.com





Minggu, 17 Juli 2016

Cukup Nabung 10 Tahun Saja Asuransinya Seumur Hidup,..... Ah yang Benar,...???

Saya setiap bulan Setor Premi untuk asuransi saya sebulannya 1 juta, sekarang setelah 12 bulan saya setor, kenapa uang saya hanya terkumpul sebesar 3 juta saja? Bukankah seharusnya 12 juta?

"Saya sudah membayar premi asuransi Unit Link selama 9 tahun, artinya tinggal setahun lagi saya harus bayar preminya"

Sering dengar dua hal diatas? Atau anda sendiri juga berfikiran hal yang sama dengan asuransi Anda?

Tenang.. Anda tidak sendirian !

Karena fakta di lapangan dua hal di atas sering sekali saya dengar dikatakan para nasabah asuransi, hal ini menggambarkan banyak sekali nasabah yang sebenarnya tidak mengerti dengan apa yang mereka beli dan hal ini juga tentunya tidak lepas dari para agen pemasaran yang melakukan misselling salah menjelaskan produk yang mereka tawarkan.

"Anggap saja menabung, tapi ada bonus tambahan kalau sakit dan harus rawat inap di rumah sakit nanti dibayarin, kalau kena stroke, kanker atau jantung dikasih duit, nabungnya 10 tahun aja tapi manfaat asuransinya bisa jalan terus"

Mungkin anda pernah ditawari agen asuransi dengan mengatakan hal seperti itu atau mungkin anda adalah agen yang sering menjual dengan kata-kata seperti itu??

Jadi kalau banyak agen yang masih tidak mengerti dengan apa yang mereka jual, apalagi nasabahnya? banyak yang tidak mengerti dengan apa yang mereka beli.

Kalau anda saat ini sedang ditawari sebuah program asuransi atau mungkin anda sudah terlanjur membeli asuransi dengan penawaran agen yang mengatakan bahwa asuransi sama seperti menabung yang dapat bonus proteksi dan cukup nabung 10 tahun saja, maka ada baiknya anda terus membaca artikel ini sampai selesai, supaya anda bisa mengerti apa yang akan anda beli atau apa yang sudah anda beli.

Premi asuransi yang kita setorkan sama sekali tidak sama dengan tabungan, kalau menabung di Bank dan setor uang 1 juta tiap bulan dalam waktu 12 bulan akan menjadi 12 juta dan kalau berlanjut sampai dengan 10 tahun maka uang yang terkumpul akan menjadi sebesar 120 juta dan ini PASTI.

Tapi kalau setor uang sebagai premi di asuransi 1 juta tiap bulan maka dibulan  ke 12 hampir bisa dipastikan uang anda yang terkumpul jauh lebih kecil dari pada kalau anda menabung di Bank, bahkan bisa dibawah 50% nya, dan setelah 10 tahun berjalan uang anda yang terkumpul tidak dapat dipastikan menjadi 120 juta atau sama kalau menabung di Bank, karena uang anda yang terkumpul bisa lebih besar, sama atau bisa juga lebih kecil

Berasuransi itu artinya kita harus membayar terus sepanjang kita di asuransikan, artinya jika kita ingin di asuransikan sampai usia 75 tahun atau 99 tahun atau 100 tahun maka selama itu juga kita harus terus membayar asuransinya, bukan hanya 10 tahun saja tapi terus bayar sampai usia 75, 99 atau 100tahun.

Kesalah pahaman ini tentunya tidak perlu terjadi kalau nasabah mengerti kemana saja uang premi mereka di alokasikan oleh sebuah perusahaan asuransi.

Jika anda mengambil program asuransi unit link maka premi anda biasanya akan dibagi dalam 2 kantong;

  1. Kantong Proteksi
  2. Kantong Investasi
Kantong Proteksi merupakan biaya ditujukan untuk membeli dan mengaktifkan manfaat-manfaat perlindungan seperti penggantian biaya rumah sakit, santunan sakit kritis saat terjadi stroke, kanker dsb atau jaminan warisan pada saat terjadi meninggal dunia, dan biaya proteksi ini persis seperti biaya abonement dimana digunakan atau tidak digunakan, biaya tetap harus dibayar dan tentunya juga tidak bisa mengharapkan uangnya akan dikembalikan.
Dalam Kantong Proteksi ini juga nanti akan dibagi menjadi beberapa komponen biaya.

Kantong Investasi porsi inilah yang merupakan investasi dari anda yang tentunya sewaktu-waktu saat anda membutuhkannya bisa anda tarik kembali, umumnya perusahaan asuransi akan mengenakan biaya untuk kantong ini sebesar 3-5% sebagian perusahaan langsung mengenakan biaya tersebut setiap kali premi disetorkan, ada juga yang mengenakan biaya tersebut hanya pada saat penarikan dana.

Saat seseorang ingin perlindungannya lebih maksimum, banyak yang hanya menaruhnya pada satu kantung saja yaitu 100% pada kantong Proteksi, sebaliknya me-alokasikan 100% hanya pada kantong Investasi di sebuah perusahaan asuransi tidak mungkin dilakukan, karena perusahaan asuransi adalah perusahaan asuransi bukan perusahaan investasi.


Biasanya agen asuransi nda akan membagi premi yang anda setorkan itu dengan porsi untuk kantong asuransi 75% dan kantong investasi 25%,  artinya jika anda membayar premi 1juta setiap bulan maka premi anda akan di alokasikan 750.000 pada kantong proteksi dan 250.000 sisanya pada kantong Investasi.

Jadi dengan pembagian 75% dan 25% ini seseorang yang membayar premi 1juta setiap bulan, maka di bulan ke 12 nilai tunainya akan menjadi 250.000 x 12 = 3juta saja dan bukan sebesar 12juta.

Lalu setelah 10, 15, 20tahun atau lebih nilai tunai yang terbentuk dan bisa ditarik sangat tergantung dari dimana uang anda di investasikan dan juga tentunya tergantung dari harga pasar, jadi tidak bisa di janjikan dan dipastikan besarnya.

Dalam Kantong Proteksi sendiri ada beberapa yang harus dibayar dari kantong proteksi ini antara lain ;

  1. Biaya Administrasi
  2. Biaya Akuisisi
  3. Biaya Asuransi (Cost of Insurance)
Biaya Administrasi biasanya sebesar 25.000 - 30.000 yang ditarik setiap setahun sekali atau beberapa bulan sekali tergantung perusahaan asuransinya, Biaya Administrasi ini akan dibayar terus selama manfaat perlindungan asuransi berjalan

Biaya Akuisisi namanya orang jualan pasti ingin mencari keuntungan juga, termasuk juga sebuah perusahaan asuransi pasti juga mencari keuntungan dan Biaya Akuisisi inilah yang merupakan keuntungan dari sebuah perusahaan asuransi dan juga tentunya didalamnya termasuk komisi buat agen anda, Biasanya perusahaan Asuransi mengenakan Biaya Akuisisi selama 5 tahun, artinya premi anda selama 5 tahun akan di alokasikan untuk biaya ini dimana Biaya Akuisisi terbesar ada di tahun pertama dan kedua lalu menurun di tahun 3,4 dan 5,  setelah memasuki tahun ke 6 dan seterusnya 100% biaya akuisisi ini akan digunakan untuk menambah Kantong Investasi anda.

Biaya Asuransi (CoI - Cost of Insurance)  bisa dikatakan sebagai biaya modal dari sebuah asuransi untuk memberikan anda proteksi atau sebuah harga dasar dari asuransi yang anda ambil, Biaya Asuransi ini harus dibayar selama asuransi berjalan dan biaya asuransi ini seiring bertambahnya usia seorang nasabah asuransi maka biayanyapun akan bertambah.

Karena Biaya Asuransi akan bertambah seiring bertambahnya usia nasabah, maka suatu saat Biaya Asuransi ini akan menjadi lebih besar dari premi yang dibayarkan, dan pada saat hal ini terjadi artinya premi yang anda bayarkan sudah tidak lagi mencukupi biaya asuransinya maka disaat tersebut kekurangannya akan di potong dari Nilai Tunai dari Kantong Investasi anda.

Jadi janji agen yang mengatakan cukup bayar 10 tahun saja realisasinya sangat tergantung dari seberapa besar Nilai Tunai Investasi si nasabah, kalau Nilai Tunai Investasi si nasabah ternyata tidak mencukupi kekurangan bayar Biaya Asuransinya maka tentunya Polis si nasabah akan menjadi Lapsed

John Frederick W
HP/WA : 081291792088
email : fredjow@gmail.com



Kamis, 14 Juli 2016

Jangan Beli Asuransi Pasti Rugi,...!!!


Pernah dengar nasehat seperti itu dari orang-orang di sekitar anda?

"Saya sudah nabung di asuransi 500 ribu tiap bulan sekarang udah 2 tahun saya tutup tapi uang saya cuma dikembalikan 3 juta doang?? 8 jutanya kemana??

Siang tadi saya membaca status di Facebook yang intinya merupakan keluhan seorang nasabah yang merasa dirugikan oleh pihak asuransi, karena setelah 10 tahun me-investasikan uangnya di asuransi sebesar 500ribu perbulan tapi ternyata uangnya hanya menjadi Rp. 60.778.000.

"Bisakah kalian bayangkan 500.000 selama 10 th hanya mendapat 778.000. Saya pikir agen2 asuransi investasi sebaiknya berkaca.... apakah enak rasanya memakan hasil keringat klien dengan cara seperti ini? Saya membayangkan pekerja keras dengan gaji terbatas yang menyisihkan Rp. 500.000 perbulan dengan susah payah akhirnya hanya mendapat 778.000 selama 10 th.  BAYANGKAN 10 TH"

Kira kira seperti itu sepenggal ungkapan kekecewaan seorang nasabah asuransi yang di curahkan di status FB yang akhirnya  cukup banyak mendapat balasan, ada yang mencoba meluruskan, ada yang sependapat lalu bersama-sama marah-marah dan mengutuk asuransi dan para agennya, ada juga nasabah-nasabah yang menjadi khawatir lalu menimbang-nimbang untuk menutup polisnya.

Mungkin anda sering mendengar hal-hal seperti ini?

Atau anda sendiri juga merasa menjadi salah satu orang yang "dirugikan" oleh asuransi?

Kalau anda merasa senasib dan sepenanggungan dengan orang-orang yang kecewa di atas, dan mempunyai pemikiran yang sama atau mirip-mirip dengan status diatas, maka saya sarankan JANGAN PERNAH MEMBELI ASURANSI KARENA ANDA PASTI!  SEKALI LAGI PASTI AKAN RUGI !

Asuransi bukanlah tabungan, asuransi bukanlah investasi walaupun didalamnya ada porsi investasi untuk Unit Link, Asuransi adalah Asuransi.

Asuransi diambil bukan untuk menciptakan keuntungan baik jangka pendek, menengah ataupun jangka panjang.

Tujuan seseorang mengambil asuransi bukan untuk mendapatkan keuntungan, tapi untuk menghidari atau mengurangi dampak kerugian yang ditimbulkan karena suatu kejadian yang tidak direncanakan yang secara tiba-tiba membutuhkan uang yang cukup besar.

Mengambil asuransi dengan harapan keuntungan hanya akan membuat seseorang merasa menyesal ketika seharusnya bersyukur saat tidak terjadi resiko sakit, kecelakaan ataupun sakit kritis.

Mereka ketika seorang agen mengatakan ada uang 1 miliar yang akan asuransi berikan jika terkena sakit kritis biasanya akan menjawab "Iya dapet 1 Miliarnya mesti kena stroke dulu baru keluar, kalau ngga ada apa apa yang gak bakalan dapet, rugi udah bayar premi setiap bulan" Mereka tidak pernah berfikir uang 1 miliar tersebut bisa menjadi sangat membantu saat kehilangan income karena di PHK perusahaan yang disebabkan kehilangan kemampuan untuk bekerja karena sakit kritis, mereka tidak berfikir uang 1 miliar itu dapat menjaga standar hidup keluarga tidak akan turun atau bahkan terpuruk.

Ban serep ada bukan untuk membuat mobil bahan bakarnya menjadi lebih irit atau menjadikan mobil bisa melaju lebih kencang, ban serep ada untuk memberikan rasa aman pada pengemudi dan penumpang, karena ada jaminan ketika terjadi resiko ban bocor ataupun pecah, perjalanan akan tetap dapat dilanjutkan untuk mencapai tujuannya.

Demikian juga asuransi ada bukanlah untuk memberikan keuntungan finansial, tapi asuransi ada untuk memberikan rasa aman, rasa aman karena ada kepastian ketika income terpaksa harus hilang karena kemampuan kerja hilang akibat sakit kritis atau bahkan meninggal dunia, akan ada income pengganti dari asuransi untuk anda dan keluarga melewati masa masa sulit sakit kritis, atau keluarga dan semua orang yang dicintai tetap dapat melanjutkan kehidupan mereka dengan tetap terjaga standar hidupnya walaupu sang pencari nafkah sudah tiada.

John Frederick W.
HP/WA : 081291792088
email : fredjow@gmail.com


Rabu, 13 Juli 2016

Perusahaan Asuransi Bejo Life


Sebut saja namanya Bejo, seorang pedagang dan pemilik toko spare part mesin-mesin pabrik di LTC Glodok, usianya masih cukup muda sekitar 30 an awal, sudah bekeluarga dan punya anak satu usia 2 tahun dan istri mengurus anak dirumah, beberapa bulan lalu saya sempat mampir ke tokonya dalam rangka Canvassing.

"Ah saya gak main yang kayak gitu-gituan" kalimat ini yang paling saya ingat dari perkataan koh Bejo (Bejo ko' dipanggil kokoh?? ) dalam obrolan kami waktu itu ketika berbicara mengenai asuransi
dan waduh asuransi di bilang "gitu-gituan"

"Gak percaya saya sama yang namanya asuransi, jadi gak mainlah"  kata koh Bejo

"O ya koh?? pernah punya pengalaman jelek ya dengan asuransi ?" tanya saya

"Banyaklah pak John, saya sering dengar banyak yang kecewa dengan yang namanya asuransi, makanya saya ngga maulah ikut-ikut kayak gitu, buang uang doang, mendingan uang saya puterin lagi di usaha, lebih kelihatan hasilnya" Jawab koh Bejo dengan semangat.

Saya hanya mengangguk angguk kecil sambil menyimpulkan bahwa pengalaman buruk tentang asuransi bukanlah pengalaman langsung si koh Bejo ini.

"Jadi udah ya,.. maaf aja ya pak John,.. kalau asuransi nggaklah saya gak main!" sekali lagi koh Bejo mengulangi kata-kata ini seolah ingin menegaskan hal ini.

"O gitu ya koh,... ya gapapa sih koh kalau emang begitu,.. terima kasih ya buat waktunya" jawab saya sambil sedikit tersenyum.

"Iya sama-sama!" sahut si kokoh sambil membalas tersenyum

Saya bergerak akan keluar toko tapi kemudian berhenti.

"Koh, saya penasaran nih" kata saya

"Apa itu?" jawab si kokoh

"Kalau kokoh gak maen dengan yang namanya asuransi, kenapa kokoh sekeluarga bisa punya asuransi sampai hari ini?" tanya saya

Terlihat wajah berpikir dari si koh Bejo.

"Ngga saya gak punya asuransi,.. siapa yang bilang?" sanggah koh Bejo

"Punya koh,.. kokoh sama keluarga punya asuransi" sahut saya lagi

"Kan saya sudah bilang saya gak maen gituan" jawab si koh Bejo lagi

"Betul koh makanya saya jadi penasaran kenapa kokoh bisa punya asuransi sampai sekarang ini" sahut saya sambil memperhatikan reaksi si kokoh dengan sedikit senyum

"Koh Bejo semenjak mulai punya penghasilan, kokoh udah punya asuransi dari perusahaan asuransi yang namanya Bejo life" lanjut saya dengan tetap tersenyum

"Ooo itu,.. !" seru si kokoh sambil mengangguk sekali

Saya tersenyum, si kokoh juga ikut tersenyum walaupun dikit banget, jadi saya lanjutkan.

"Iya koh waktu kokoh mulai kerja atau bisnis, mulai punya penghasilan kokoh langsung bikin perusahaan asuransi yang namanya Bejo Life, nasabah Bejo Life ini awalnya sih cuma punya satu nasabah aja,.. ya cuma kokoh aja nasabahnya, trus mulai nambah lagi waktu kokoh punya istri, trus punya anak, jadi nasabah perusahaan asuransinya kokoh sampai sekarang ini ada 3 orang, kokoh sendiri, cici sama anak kokoh."  lanjut saya.

Kelihatannya si kokoh masih mendengarkan, jadi saya lanjut

"Perusahaan asuransi kokoh ini pengelolaannya sederhana sekali, preminya juga flexible banget, kalau ada uang sisa bayar premi, kadang gede kadang kecil kadang gak bayar bebas gak ada yang namanya manfaat lapse, dan kalau perlu uang bisa ditarik kapan aja, uang preminya sama Bejo Life kadang disimpan di bank, kadang dibelikan asset property rumah mobil itupun kalau ada dana ngumpul, tapi seringnya sama Bejo Life ini diputar lagi kebisnis, jadi perusahaan Bejo Life ini jarang sekali ada uang tunai dalam jumlah lumayan, hampir semuanya muter" 

Hening sejenak.

"Koh yang namanya perusahaan asuransi itu pasti ada programnya, Bejo Life juga sama koh ada programnya, nah programnya sederhana sekali, kalau salah satu nasabah sakit dan mesti nginap di rumah sakit, Bejo Life akan siapkan sejumlah uang jaminan cash yang biasanya diminta rumah sakit sebelum bisa rawat inap, diluar biaya rawat inapnya sendiri, tapi karena di Bejo Life ini seringkali gak ada uang cash karena uangnya masih sibuk muter dibisnis, biasanya ada satu paket tambahan saat mau rawat inap, fasilitas ngotot-ngototan sama administrasi rumah sakit"

"Itu untuk program rawat inapnya koh, lain lagi untuk program sakit kritisnya, kalau misal yang kena sakit kritisnya kokoh sendiri, trus butuh biaya ratusan bahkan sampai miliaran, padahal kalau kejadiannya sama yang kerja atau sama kokoh otomatis gak bisa kerja atau usaha otomatis dana kelolaan Bejo Life juga bakal berhenti koh, nah untuk kondisi seperti ini biasanya ada fasilitas transfer resiko secara otomatis dari Bejo Life ke Cici Life.

Tapi karena sumber dana dari Cici Life gak jelas, dampaknya ya Cici Life ini harus cari mati-matian cari dana yang cukup untuk bayar claim ke keluarga, biaya penyembuhan biaya hidup keluarga semuanya harus Cici Life yang cover.

Kalau Cici Life gak sanggup bayar claim, biasanya, biasanya Cici Life bisa cari bantuan ke OrTu Life, kalau gak cukup juga bisa ke Mertua Life, masih gak cukup juga Saudara Life atau bahkan ke Teman Life."

Semakin banyak yang bantu semakin ringan bebannya"

Terlihat wajah si kokoh mulai serius.

"Koh,.." lanjut saya lagi..

"Sebenarnya di perusahaan asuransi itu kita berbagi resiko koh, kalau tadi resikonya dibagi diantara OrTu Life, Mertua Life, Saudara Life, Teman Life supaya beban Cici Life jadi lebih ringan,  di perusahaan asuransi resikonya dibagi bukan sebatas puluhan, ratusan atau ribuan orang tapi bisa sampai jutaan orang, jadi beban si Cici Life juga dibagi bersama jutaan Nasabah Life.

Perusahaan seperti Prudential, Manulife, AXA, ACE, Allianz atau yang lain-lain lah tugasnya buat ngelola dananya aja koh"

Si kokoh lalu bertanya. "Berapa sih Preminya..?"


John Frederick W
HP/WA : 081291792088
email : fredjow@gmail.com