Asuransi Hebat
Minggu, 16 September 2018
Kamis, 25 Agustus 2016
TAX AMNESTY
Sekali kali pengen juga ikut arus kekinian ngomongin soal Tax Amnesty, ya dalam tulisan ini saya ingin menyampaikan pikiran saya mengenai apa itu Tax Manesty, tapi sebelumnya perlu diketahui ini adalah logika saya saja dan tidak didasari atas sosialisasi pajak mengenai TA atau sebagainya, jadi kalau ada yang keliru silahkan dikoreksi.
Tax Amnesty ditujukan untuk pajak penghasilan progresif yang kalau gak salah punya 4 range
Range 1 income 0-50jt : 6%
Range 2 income 50-250jt : 18%
Range 3 income 250-500jt : 30%
Range 5 income >500jt : 36 %
Artinya orang yang berpenghasilan sebulan 10jt maka setahun penghasilannya sebesar 120jt artinya dia harus bayar pajak penghasilannya perbulan sebesar 18% dari penghasilannya yang kena pajak karena ada di range 2.
Lalu apa hubungannya dengan tax amnesty?
Tax Amnesty ditujukan kepada orang yang suka "pura-pura miskin" supaya bisa membayar pajak lebih rendah dari range yang seharusnya.
Misal:
Seseorang yang penghasilan perbulan sebesar 40jt atau sebesar 480jt/th seharusnya orang tersebut membayar pajak atas penghasilannya sebesar 30% karena orang tsb masuk dalam range 3.
Tapi karena dia ngga mau bayar mahal sesuai rangenya maka dilaporkanlah kepada dinas pajak kalau penghasilannya hanya 20jt/bl atau 240jt/bl yang artinya masuk range 2 yaitu wajib bayar pajak atas penghasilannya sebesar 18% artinya dia sudah menggelapkan pajak sebesar 40-18=22% dan untuk mendukung laporannya tersebut maka banyak harta dan asetnya yang tidak dilaporkan, atau bahkan menggunakan nama orang lain, misal beli Fortuner pake nama orang lain, beli Alphard pake nama orang lain, beli tanah rumah dsb pakai nama orang lain atau tidak dilaporkan sama sekali.
Nah inilah yang diincar oleh pemerintah dengan program TA ini.
Logikanya adalah seseorang yang melaporkan dirinya berpenghasilan di range 1 tidak mungkin memiliki total kekayaan yang layaknya dimiliki orang di range 4
Artinya orang yang ngaku penghasilannya cuma 10jt tapi ternyata punya mobil Alphard, CRV dan punya rumah milyaran di Alam Sutra, kemungkinan besar orang tersebut sudah berbohong atas penghasilannya dan artinya juga sudah menggelapkan pajak dari selisih range nya.
Kalau penyembunyian fakta ini sudah dilakukan selama 5 tahun dan ketahuan artinya orang tsb harus membayar tunggakan pajak sebesar selisih rangenya dikalikan dengan total penghasilan kena pajaknya selama 5 tahun iti diluar sangsi lainnya, lumayan gede banget.
Tapi dengan TA gak perlu bayar sebesar itu dan hanya cukup membayar uang tebusan yang prosentasenya jauh lebih kecil misal sebesar 2 atau 6 persen aja.
Jadi bukan seperti yang sekarang banyak diributkan orang, dimana ketika ada Harta katakanlah senilai 1M maka dia harus bayar pajak dari prosentasi 1M tsb, karena kalau seperti itu ya ampun itusih bukan Amnesty namanya
Semoga membantu dan silahkan dikoreksi jika ada yang salah
Life Assurance Consultant
John Frederick W
081291792088
Senin, 08 Agustus 2016
Suami Dan Ayah Yang Baik
Betapa bahagianya koh Bejo ketika siang tadi mendapat panggilan untuk menghadap Bos dikantor, walaupun awalnya agak merasa was² juga karena tidak biasanya Bos memanggil dirinya untuk menghadap ada hal sangat penting yang harus dibicarakan, kata Bu Yuni sekretaris Si Bos. Tapi setelah pertemuan dengan bos tadi semua rasa was² koh Bejo hlang tak berbekas berganti dengan rasa bahagia dan semangat.
Dalam pertemuan tadi di ruang Big Boss, koh Bejo mendapat pemberitahuan bahwa atas kerja keras loyalitas dan kinerjanya maka dirinya akan dipromosikan untuk memimpin salah satu cabang perusahaan di luar negeri, sebuah lompatan karir yang memang selam ini sudah sangat di impi²kannya, tidak sabar rasanya untuk segera bertemu dengan istri di rumah untuk menceritakan semua berita gembira ini, tidak sabar rasanya untuk mencium kening si bayi sebagai ungkapan rasa syukur walaupun tentu saja sibayi sama sekali belum mengerti apa kebahagiaan ayahnya.
Perusahaan telah mempercayakan Papi untuk memimpin perusahaan di luar negeri, nanti mami dan si bayi, juga si kaka bisa menyusul untuk tinggal bersama di luar negeri, perusahaan akan menyediakan fasilitas rumah tinggal disana, tapi sayangnya baru satu tahun lagi, Mami, si bayi dan si kaka bisa nyusul kesana, si kaka juga bisa nerusin SD nya disana. Begitu kira² kata² yang di sampaikan kepada istrinya dengan bersemangat.
Sang Istri pun menyambut berita ini dengan gembira dan antusias walau ada sedikit rasa sedih karena selama satu tahun terpaksa harus terpisah dengan suami yang sangat di cintainya, tapi kegelisahan dan kesedihan itu tertutupi akan harapan masa depan keluarga yang akan segera menjadi jauh lebih baik, promosi yang tentunya juga membawa dampak kepada income suami yang pasti akan bertambah lebih besar, bayangan income tersebut bisa menghantarkan kedua buah hati mereka untuk mencapai cita² mereka dengan sekolah yang terbaik. Segala kesedihanpun hilang, apa lagi ini jaman modern komunikasi bisa sangat mudah, bisa WA, bisa BBM bisa berbagi status dan saling update melalui FB, tentu bisa memuaskan rasa kangen dan keinginan berjumpa kelak, lagi pula satu tahun tidaklah terlalu lama.
Perencanaanpun segera dibuat segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan sebaik²nya, sebagai suami yang baik koh Bejo tidak ingin anak dan istrinya susah, ia ingin keluarganya tetap terjamin segala kebutuhan sandang pangan pendidikan kesehatan dan juga tentunya hiburan bagi keluarga, walaupun tidak bisa bersama selama satu tahun kedepan, semua kebutuhan itu harus tetap terjamin bagi keluarga, dan tentu saja semua itu artinya harus ada sejumlah uang yang ditransfer ke rekening istri secara rutin yang jumlahnya dapat memenuhi segala kebutuhan anak dan istri setiap bulannya selama satu tahun.
Koh bejo tidak berkeberatan dengan itu semua, tidak ada masalah buat mengirimkan sebagian besar incomenya untuk anak istrinya dan menyisakan sebagian kecil lainnya untuk dirinya sendiri yang pasti juga memerlukan dana untuk kebutuhan sehari², koh Bejo tidak merasa berat dan sayang dengan pengeluaran tersebut, karena ia merasa itulah tanggung jawabnya sebagai suami dan ayah bagi anak²nya, kesejahteraan keluarga, pendidikan dan masa depan anak adalah cita²nya dan prioritasnya sebagai suami dan ayah.
Dan itulah yang menjadikan koh Bejo layak disebut sebagai Suami yang baik dan tentunya ayah yang baik dan bertanggung jawab bagi keluarga.
Sebagai seorang kepala keluarga yang mencintai dan bertanggung jawab bagi anak² dan istrinya tanggung jawab ini tidak akan dirasa sebagai beban, sebaliknya akan dirasa sebagai kebanggaan.
Sepenggal kisah kehidupan ini mungkin sering kita dengar dan kita saksikan langsung disekitar kita atau bahkan menjadi pengalaman hidup bagi kita sendiri.
Perpisahan koh Bejo dan keluarganya adalah perpisahan sementara yang membawa harapan masa depan yang lebih baik, dan ada income yang ditinggalkan untuk keluarga sebagai tulang punggung kehidupan sampai masa nya tiba berkumpul kembali dengan suami dan ayah tercinta.
Tapi sering terjadi juga kisah² dengan versi yang berbeda perpisahan tidak terjadi sementara, perpisahan mungkin akan terjadi abadi, dan perpisahan yang tidak membawa harapan masa depan dan perpisahan yang tidak menyediakan income untuk ditinggal.
Tidak sedikit keluarga yang harus terpisah dengan kepala keluarganya bukan untuk sementara dan bukan untuk harapan hidup yang lebih baik, karena si kepala keluarga harus pergi selamanya menghadap yang maha kuasa, tanpa jaminan income yang ditinggalkan bagi anak dan istri.
Kematian seorang kepala keluarga sering kali di ikuti dengan hilangnya juga penghasilan keluarga bahkan tidak jarang pula mewarisi sejumlah hutang yang harus ditanggung dan kemudian bagi anak² kehilangan akan semakin besar setelah kehilangan ayah dan jaminan incomenya, mereka juga harus terpaksa kehilangan sosok seorang ibu karena mau tidak² mau si ibu harus berusaha keras menggantikan sang ayah untuk mencari nafkah dan itu artinya waktu untuk anak²pun akan semakin sedikit.
Koh Bejo seorang suami dan ayah yang baik, dia memikirkan juga bagaimana kehidupan keluarganya tanpa kehadirannya untuk sementara, tapi itu saja tidaklah cukup, karena kalau memang koh Bejo benar² mencintai keluarganya, tentu dia tidak hanya akan memikirkan income saat perpisahan sementaranya saja, tapi juga kemungkinan perpisahan selamanya yang bisa terjadi kapan saja tanpa rencana dan tentunya tanpa meeting dengan boss dikantor terlebih dulu.
Tapi bukan Koh Bejo namanya jika ia tidak memikirkan juga hal tersebut, baginya kesejahteraan keluarga adalah diatas segala²nya, koh Bejo juga sudah memikirkan kemungkinan perpisahan sementara yang penuh harapan yang bisa saja berubah menjadi perpisahan selamanya yang membawa duka diiringi dengan terhentinya income, karena memang tidak ada perusahaan yang terus membayarkan gaji karyawannya yang sudah tiada.
Yah koh Bejo sudah memikirkan semuanya dan mempersiapkan segalanya bahkan ketika sang istri menentang habis²an rencananya ini, koh Bejo tetap pada pendiriannya kesejahteraan keluarga adalah segalanya baik saya ada atau tiada.
Dua Bulan lalu Koh Bejo mengambil sebuah program asuransi jiwa bersama didalamnya program santunan sakit kritis, dimana program yang koh Bejo ikuti tersebut bertujuan untuk menggantikan semua income koh Bejo bagi keluarga disaat koh Bejo meninggal dunia yang jika sejumlah uang tersebut dimasukkan dalam deposito bunganya bisa menjadi income pasif selamanya, juga sebuah santunan ketika terjadi kemungkinan sakit berat seperti stroke kanker dsbnya yang bisa menyebabkan seorang tulang punggung keluarga dapat berubah menjadi beban keluarga.
Untuk semua program tersebut koh Bejo menganggarkan 10% dari penghasilannya untuk disetorkan pada sebuah asuransi jiwa setiap bulannya, dan hal ini mendapat tentangan keras dari sang istri yang merasa hal ini hanyalah pemborosan dan buang² uang dan merasa sayang karena 10% tadi bisa saja digunakan buat beli yang lain² yang lebih kelihatan, tapi koh Bejo tetap bulat pada keputusannya, karena dia yakin bahwa keputusan ini adalah yang terbaik buat anak²nya dan juga istrinya yang justru menentangnya.
Koh Bejo berkeyakinan jika saja perpisahan sementara dia harus menyiapkan segala sesuatunya, apalagi jika perpisahan itu untuk selamanya, jika dalam perpisahan sementara koh Bejo tidak rela standard hidup keluarganya turun apa lagi dalam perpisahan selamanya, jika dalam perpisahan sementara sang istri mengatakan koh bejo tidak perlu kirim uang, karena istri akan berusaha cari sendiri pasti koh Bejo akan menolak, terlebih lagi jika perpisahannya untuk selamanya.
Yah Koh Bejo memang suami dan ayah yang baik...
Life Assurance Consultant
John Frederick W
081291792088
fredjow@gmail.com
Kamis, 04 Agustus 2016
Asuransi Pendidikan Atau Investasi Pendidikan
Kelahiran seorang bayi dalam sebuah keluarga tentu saja membawa kebahagiaan bagi kedua orang tuanya, bahkan mungkin merupakan kebahagiaan yang terbesar.
Harapan dan cita² yang tinggi dari dari orang tua yang diletakkan kepada si bayi merah yang baru lahir, akan bagaimana masa depannya kelak, bahkan jauh sebelum si bayi tau apa itu berharap dan bercita².
Semoga kelak akan menjadi orang yang saleh
Semoga kelak akan menjadi orang yang takut akan Tuhan
Semoga kelak sayang dan berbakti pada orang tua
Semoga kelak akan menjadi orang besar
Semoga kelak memiliki karir yang bagus
Semoga kelak menjadi orang yang cerdas
Semoga kelak bisa lebih sukses dan bahagia dari pada orang tuanya.
Dan sejuta harapan dan cita² bagi si anak, yang disambut dengan tangis si anak menerima beban harapan tersebut, sebuah tangisan yang juga menuntut kembali tanggung dan jaminan agar harapan² tersebut bisa terwujud.
Tuntutan tanggung jawab yang diminta si bayi dalam tangis pertamanya agar diberikan jaminan dalam melewati setiap fase kehidupannya kelak termasuk juga untuk mencapai segala cita²nya setinggi apapun cita² si anak dalam pertumbuhannya nanti.
Dalam tangisan itu ada makna kata² "Mama Papa, karena kalian aku hadir di dunia ini, persiapkanlah segala sesuatunya Ma, Pa agar aku kelak bisa mewujudkan impian ku serta impian mama dan papa setinggi apapun itu"
Ya kehadiran seorang anak dalam keluarga bukan hanya memberikan kebahagiaan dan harapan tapi juga sebuah tanggung jawab yang besar, apapun karir jabatan dan posisi sosial masyarakat, membesarkan dan menghantarkan anak menjadi orang baik dan mencapai cita²nya setinggi apapun itu adalah sebuah tugas suci yang harus di tunaikan sampai dengan selesai bagaimanapun caranya.
Tidak dapat dipungkiri dan sudah merupakan suatu fakta bahwa pendidikan adalah hal yang paling utama untuk mempersiapkan langkah si anak menggapai cita²nya baik pendidikan formal maupun informal.
Dan semua itu butuh BIAYA!
Karena itu merencanakan pendidikan bagi si anak dalam setiap tahapannya tidak bisa tidak pasti akan membutuhkan persiapan² finansial yang matang agar jangan sampai cita² hanya bisa digantungkan ketiang jemuran karena terpaksa harus pupus di tengah jalan disaat biaya tidak mencukupi atau bahkan habis untuk bisa mengejar cita² sampai menuju Bintang.
Perencanaan bijak perlu dilakukan, berbagai pertimbangan dalam memilih cara mempersiapkan dan memberi jaminan dana pendidikan bagi si anak, berapa besarnya biaya pendidikan yang dibutuhkan, kapan si anak akan membutuhkan dana tersebut untuk pendidikannya dan tentunya faktor inflasi yang bisa membuat biaya pendidikan kelak bisa menjadi 4 kali lipat di saat si anak akan masuk perguruan tinggi dibandingkan biayanya hari ini.
Sebagai contoh jika hari ini usia si anak adalah berumur 1 tahun dan biaya masuk perguruan tinggi kedokteran hari ini adalah 250 juta maka ketika si anak mencapai usia kuliah di umur 18 tahun maka biaya pendidikannya yang dibutuhkan sudah bukan lagi 250 juta, tapi sudah bertambah menjadi sebesar 1 miliar, dan inilah dana yang harus orang tua persiapkan, dan itupun hanya sebagai biaya masuk perguruan tingginya saja tidak termasuk biaya lain²nya selama kuliah.
Ada banyak pilihan dalam mempersiapkan dan menjamin dana pendidikan bagi si anak diantaranya adalah dengan 2 cara ini, Asuransi Pendidikan atau Investasi Pendidikan, lalu mana yang sebaiknya di pilih? Asuransi Pendidikan atau Investasi Pendidikan?
Mari kita bahas,..
INVESTASI PENDIDIKAN
Banyak cara investasi yang bisa dipilih untuk mempersiapkan dana pendidikan dari yang sesederhana menabung di bank, deposito sampai dengan reksadana saham dan lain²nya, tapi hal penting yang harus diperhatikan dalam memilih investasi apa yang terbaik adalah faktor waktu dan resiko serta seberapa cair investasi yang akan dipilih.
Seorang teman pernah bercerita, kalau dia mempersiapkan dana pendidikan anaknya dengan cara berinvestasi tanah dan property dengan harapan harga tanah dan properti tersebut akan terus naik sampai saatnya si anak membutuhkan dananya maka tanahbdan properti tersebut akan dijual, tapi cara ini punya permasalahan karena investasinya tidak terlalu cair, jangan sampai ketika saatnya harus membayar uang masuk Perguruan Tinggi uangnya belum ada karena tanah atau properti nya belum laku terjual.
Hal kedua yang perlu di perhatikan adalah berapa lama waktunya mempersiapkan dana pendidikannya, jika masih ada waktu lebih dari 10 tahun bisa menggunakan jenis Investasi yang sedikit lebih berfluktuatif seperti reksadana saham yang pengembalian rata²nya bisa diatas 15% atau diatas 20% jauh diatas inflasi rata² sehingga untuk mendapatkan dana pendidikan yang besar bisa dengan menggunakan uang setoran yang jauh lebih kecil dibanding jika mempersiapkannya melalui menabung atau deposito bank.
Tapi jika waktu yang tersisa untuk mempersiapkan dana pendidikan sudah tidak lama lagi, katakanlah dibawah 5 tahun maka menggunakan reksadana saham adalah bukan pilihan yang bijak karena terlalu berfluktuatif, sebagai gantinya bisa menggunakan pilihan investasi yang lebih aman seperti deposito dsb, tapi tentunya besar setorannya akan sangat besar.
Hal yang ingin saya sampaikan adalah jika besaran dana tunai yang menjadi tujuan utamanya gunakanlah cara Investasi seperti Reksadana Saham, tapi jika pilihannya adalah kepastian si anak akan tetap bisa mendapatkan jaminan tetap bisa meneruskan pendidikan walaupun ada beberapa resiko terjadi maka gunakan Asuransi Pendidikan.
ASURANSI PENDIDIKAN
Dalam mencari sebuah program Asuransi Pendidikan ada terdapat dua pilihan, Asuransi Pendidikan Tradisional atau Unit Link.
Asuransi Pendidikan Tradisional akan menjanjikan uang yang pasti pada kontraknya yang biasanya akan keluar nilai tunai yang bisa ditari saat SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Kelebihan untuk Asuransi Jenis ini Nilai Tunai yang akan diterima adalah pasti sesuai kontrak selama pembayaran premi terus dibayarkan, tapi kelemahan dari program ini adalah nilai tunai yang dijanjikan walaupun pasti besarnya tapi tidak memperhitungkan faktor inflasi jadi bisa jadi ketika dana dibutuhkan yang bisa diambil dari asuransi ini nilainya jauh dibawah nilai yang dibutuhkan, alasannya ya karena hal inflasi tadi.
Asuransi Pendidikan yang kedua adalah dengan menggunakan Unit Link, walau sesungguhnya asuransi ini bukanlah Asuransi Pendidikan tapi adalah Asuransi Jiwa Unit Link tapi penggunaannya bisa untuk mempersiapkan dana pendidikan.
Berbeda dengan Asuransi Pendidikan tradisional yang memberikan nilai tunai yang angkanya pasti, sebaliknya unit link tidak menjanjikan nilai tunai yang angkanya pasti, walaupun bisa di prediksikan, akan tetapi karena Unit Link bisa memberikannjuga hasil investasi yang pengembaliannya lebih besar dari Inflasi maka hasil akhirnya bisa lebih diharapkan angkanya mendekati besaran yang dibutuhkan.
Dari sudut pandang mempersiapkan dana pendidikan Asuransi Pendidikan Unit Link sama seperti Reksadana Saham, tapi dengan penambahan benefit lain selain sekedar besarnya nilai tunai, seperti jaminan investasi akan terus berlanjut ketika salah satu orang tua terkena sakit kritis atau meninggal, dan selain terusnya pengumpulan dana yang dilanjutkan oleh perusahaan asuransi juga ada sejumlah uang yang keluar saat orang tua sakit kritis atau meninggal yang dapat digunakan untuk biaya hidup sementara tabungannya terus berjalan, dan hal seperti ini tidak bisa didapatkan dari program investasi seperti reksadana biasa yang pastinya akan segera berhenti nabungnya jika terjadi resiko sakit kritis atau meninggal pada orang tua dan pendidikan anak bisa terancam berantakan, tapi tentunya benefit akan ada harga yang harus dibayar sehingga menyebabkan Nilai Tunai pada Asuransi Pendidikan Unit Link akan lebih kecil dari pada Investasi Di Reksadana.
Jika pilihan anda adalah jaminan dan kepastian apapun yang terjadi pada orang tua baik meninggal atau sakit kritis, persiapan untuk dana pendidikan tetap bisa berlanjut sehingga anak terjamin pendidikannya, tapi jika besaran nilai tunainya yang menjadi tujuan utama dan tidak terlalu memperhatikan faktor resiko meninggal atau sakit kritis pada orang tua sehingga pendidikan anak bisa terancam berantakan maka Investasi Pendidikan bisa jadi pilihan.
Pilihan lain adalah dengan mengambil Reksadana dan Asuransi Jiwa murni secara terpisah, untuk hal ini akan saya bahas pada tulisan saya yang lain.
Life Insurance Consultant
John Frederick W
Phone : 081291792088
email : fredjow@gmail.com
Minggu, 31 Juli 2016
3 Aspek Waktu Kebutuhan Asuransi
Banyak pandangan yang berlaku umum di masyarakat mengenai asuransi adalah "Kalau sakit rawat inap dibayarin, kalau meninggal dikasih duit" pandangan ini sama sekali tidak salah dan tentunya sama sekali tidak perlu untuk dikoreksi.
Iyalah,.. apa yang mau di koreksi kalau memang tidak salah.
Tapi walaupun seperti itu pengertiannya secara umum dari sebuah produk asuransi, pengaplikasiannya tidaklah berada dalam ruang lingkup yang sesempit itu saja.
Asuransi sebagai salah satu produk finansial sesungguhnya hadir dan melekat pada diri setiap kita dalam 3 aspek waktu kehidupan manusia, dan setiap manusia hidup tidak bisa lepas dari ke tiga aspek waktu ini, karena semua orang tanpa terkecuali pasti memiliki masa lalu, masa sekarang dan masa depan.
Karena itu saat seseorang ingin mengambil sebuah program asuransi ada baiknya mempertimbangkan 3 hal dibawah ini sebagai program asuransi yang akan diambilnya.
1. Kebutuhan Asuransi Untuk Masa Lalu
Loh?? kok bisa masa lalu membutuhkan asuransi? bukankah asuransi hanya untuk mengcover resiko yang tidak terduga dimasa yang akan datang?
Mungkin anda berfikir seperti itu ketika membaca aspek pertama yang saya sampaikan ini.
Kebutuhan asuransi yang berkenaan dengan masa lalu seseorang adalah Jaminan Hutang, karena hutang adalah keputusan finansial seseorang dimasa lalu yang kewajiban finansialnya belum selesai dan masih ada sampai sekarang dan mungkin juga akan masih ada sampai beberapa waktu kedepan.
Dalam mempertimbangkan program asuransi dalam hal pelunasan hutang maka hal penting yang harus dipertimbangkan adalah seberapa besar dampak yang ditimbulkan baik bagi anda sendiri maupun keluarga, anak ataupun istri ketika anda tidak lagi mampu untuk membayar dan melunasi hutang yang disebabkan tidak lagi mampu untuk bekerja karena sakit atau bahkan meninggal dunia.
Seorang yang berhutang kredit kendaraan bermotor dampak terbesarnya ketika tidak lagi mampu membayar adalah kehilangan kendaraan bermotor, demikian juga orang yang berhutang untuk membeli property, maka dampak terbesarnya adalah kehilangan property, dan sekarang ini biasanya perusahaan yang memberikan pinjaman mengikut sertakan juga asuransi jiwa, sehingga ketika pihak yang berhutang meninggal baik kendaraan bermotor ataupun property akan secara otomatis menjadi hak milik ahli waris tanpa harus menyelesaikan kewajiban membayar sisa tunggakkan, tapi bagaimana jika yang terjadi adalah bukan meninggal tapi sakit kritis sehingga anda tidak bisa lagi bekerja, apakah kewajiban membayar tagihan otomatis dibebaskan?? tentu tidak!
Lalu bagaimana dengan hutang yang digunakan untuk modal usaha dan yang lainnya dalam bentuk uang tunai yang cukup besar, perlu dipertimbangkan apa dampaknya ketika terjadi sakit kritis ataupun meninggal dunia pada diri seseorang yang berhutang, maka akan berdampak pada ahli waris yang mau tidak mau harus segera melunasi hutang tersebut, apakah mereka mampu? dan jika tidak mampu apa dampaknya? apakah keluarga bisa kehilangan rumah, apakah keluarga standard hidupnya tidak akan jatuh??
2. Kebutuhan Asuransi Untuk Masa Sekarang
Kebutuhan Asuransi untuk masa sekarang adalah yang bersangkutan dengan biaya hidup baik buat diri sendiri maupun untuk keluarga, karena itu hal yang terpenting yang harus di asuransikan adalah INCOME/PENGHASILAN anda.
Seberapa pentingkah penghasilan anda untuk anda sendiri dan keluarga anda, apakah dampaknya ketika penghasilan tersebut hilang apakah akan berdampak besar pada diri anda dan keluarga, dapatkah keluarga bertahan dan mempertahankan standar hidupnya tanpa penghasilan tersebut, apakah tanpa penghasilan tersebut anak-anak anda masih akan tetap bisa terus bersekolah dan menyelesaikan pendidikannya, masihkah kebutuhan-kebutuhan keluarga bisa tetap terpenuhi.
Jika jawabnya tidak berdampak apapun baik bagi anda ataupun keluarga maka anda tidak membutuhkan asuransi untuk memproteksi penghasilan anda, akan tetapi jika sangat berdampak maka anda selayaknya mulai mempertimbangkan sebuah program asuransi Proteksi Income yang akan menjamin penghasilan anda tidak akan hilang walaupun resiko memaksa anda untuk tidak dapat bekerja kembali.
3. Kebutuhan Asuransi Untuk Masa Depan
Semasa seseorang hidup, bekerja dan berkembang pasti menginginkan untuk mengembangkan aset-aset mereka, sehingga suatu saat ketika memasuki masa pensiun ada aset yang bisa menjamin untuk melewati masa-masa pensiun dengan layak, selain masa pensiun tentunya juga ada hal-hal lain yang perlu dipersiapkan untuk masa depan seperti juga Dana pendidikan dan juga Warisan.
Kebutuhan Finansial masa depan umumnya bisa dicapai dengan cara berinvestasi dan mengumpulkan aset yang tentunya membutuhkan waktu untuk pencapaiannya, pertimbangan asuransi untuk ketiga hal ini adalah "Bagaimana jika proses pengumpulan investasi dan aset tersebut terganggu bahkan terhenti sebelum waktunya yang disebabkan karena kehilangan kemampuan karena kena stroke, kanker, jantung atau bahkan meninggal, bagaimana dampaknya?? apakah anak masih tetap terjamin pendidikannya? siapakah yang akan meneruskan tabungannya?"
John Frederick W
081291792088
fredjow@gmail.com
Minggu, 17 Juli 2016
Cukup Nabung 10 Tahun Saja Asuransinya Seumur Hidup,..... Ah yang Benar,...???
Saya setiap bulan Setor Premi untuk asuransi saya sebulannya 1 juta, sekarang setelah 12 bulan saya setor, kenapa uang saya hanya terkumpul sebesar 3 juta saja? Bukankah seharusnya 12 juta?
"Saya sudah membayar premi asuransi Unit Link selama 9 tahun, artinya tinggal setahun lagi saya harus bayar preminya"
Sering dengar dua hal diatas? Atau anda sendiri juga berfikiran hal yang sama dengan asuransi Anda?
Tenang.. Anda tidak sendirian !
Karena fakta di lapangan dua hal di atas sering sekali saya dengar dikatakan para nasabah asuransi, hal ini menggambarkan banyak sekali nasabah yang sebenarnya tidak mengerti dengan apa yang mereka beli dan hal ini juga tentunya tidak lepas dari para agen pemasaran yang melakukan misselling salah menjelaskan produk yang mereka tawarkan.
"Anggap saja menabung, tapi ada bonus tambahan kalau sakit dan harus rawat inap di rumah sakit nanti dibayarin, kalau kena stroke, kanker atau jantung dikasih duit, nabungnya 10 tahun aja tapi manfaat asuransinya bisa jalan terus"
Mungkin anda pernah ditawari agen asuransi dengan mengatakan hal seperti itu atau mungkin anda adalah agen yang sering menjual dengan kata-kata seperti itu??
Jadi kalau banyak agen yang masih tidak mengerti dengan apa yang mereka jual, apalagi nasabahnya? banyak yang tidak mengerti dengan apa yang mereka beli.
Kalau anda saat ini sedang ditawari sebuah program asuransi atau mungkin anda sudah terlanjur membeli asuransi dengan penawaran agen yang mengatakan bahwa asuransi sama seperti menabung yang dapat bonus proteksi dan cukup nabung 10 tahun saja, maka ada baiknya anda terus membaca artikel ini sampai selesai, supaya anda bisa mengerti apa yang akan anda beli atau apa yang sudah anda beli.
Premi asuransi yang kita setorkan sama sekali tidak sama dengan tabungan, kalau menabung di Bank dan setor uang 1 juta tiap bulan dalam waktu 12 bulan akan menjadi 12 juta dan kalau berlanjut sampai dengan 10 tahun maka uang yang terkumpul akan menjadi sebesar 120 juta dan ini PASTI.
Tapi kalau setor uang sebagai premi di asuransi 1 juta tiap bulan maka dibulan ke 12 hampir bisa dipastikan uang anda yang terkumpul jauh lebih kecil dari pada kalau anda menabung di Bank, bahkan bisa dibawah 50% nya, dan setelah 10 tahun berjalan uang anda yang terkumpul tidak dapat dipastikan menjadi 120 juta atau sama kalau menabung di Bank, karena uang anda yang terkumpul bisa lebih besar, sama atau bisa juga lebih kecil
Berasuransi itu artinya kita harus membayar terus sepanjang kita di asuransikan, artinya jika kita ingin di asuransikan sampai usia 75 tahun atau 99 tahun atau 100 tahun maka selama itu juga kita harus terus membayar asuransinya, bukan hanya 10 tahun saja tapi terus bayar sampai usia 75, 99 atau 100tahun.
Kesalah pahaman ini tentunya tidak perlu terjadi kalau nasabah mengerti kemana saja uang premi mereka di alokasikan oleh sebuah perusahaan asuransi.
Jika anda mengambil program asuransi unit link maka premi anda biasanya akan dibagi dalam 2 kantong;
Dalam Kantong Proteksi ini juga nanti akan dibagi menjadi beberapa komponen biaya.
Kantong Investasi porsi inilah yang merupakan investasi dari anda yang tentunya sewaktu-waktu saat anda membutuhkannya bisa anda tarik kembali, umumnya perusahaan asuransi akan mengenakan biaya untuk kantong ini sebesar 3-5% sebagian perusahaan langsung mengenakan biaya tersebut setiap kali premi disetorkan, ada juga yang mengenakan biaya tersebut hanya pada saat penarikan dana.
Saat seseorang ingin perlindungannya lebih maksimum, banyak yang hanya menaruhnya pada satu kantung saja yaitu 100% pada kantong Proteksi, sebaliknya me-alokasikan 100% hanya pada kantong Investasi di sebuah perusahaan asuransi tidak mungkin dilakukan, karena perusahaan asuransi adalah perusahaan asuransi bukan perusahaan investasi.
Biasanya agen asuransi nda akan membagi premi yang anda setorkan itu dengan porsi untuk kantong asuransi 75% dan kantong investasi 25%, artinya jika anda membayar premi 1juta setiap bulan maka premi anda akan di alokasikan 750.000 pada kantong proteksi dan 250.000 sisanya pada kantong Investasi.
Jadi dengan pembagian 75% dan 25% ini seseorang yang membayar premi 1juta setiap bulan, maka di bulan ke 12 nilai tunainya akan menjadi 250.000 x 12 = 3juta saja dan bukan sebesar 12juta.
Lalu setelah 10, 15, 20tahun atau lebih nilai tunai yang terbentuk dan bisa ditarik sangat tergantung dari dimana uang anda di investasikan dan juga tentunya tergantung dari harga pasar, jadi tidak bisa di janjikan dan dipastikan besarnya.
Dalam Kantong Proteksi sendiri ada beberapa yang harus dibayar dari kantong proteksi ini antara lain ;
"Saya sudah membayar premi asuransi Unit Link selama 9 tahun, artinya tinggal setahun lagi saya harus bayar preminya"
Sering dengar dua hal diatas? Atau anda sendiri juga berfikiran hal yang sama dengan asuransi Anda?
Tenang.. Anda tidak sendirian !
Karena fakta di lapangan dua hal di atas sering sekali saya dengar dikatakan para nasabah asuransi, hal ini menggambarkan banyak sekali nasabah yang sebenarnya tidak mengerti dengan apa yang mereka beli dan hal ini juga tentunya tidak lepas dari para agen pemasaran yang melakukan misselling salah menjelaskan produk yang mereka tawarkan.
"Anggap saja menabung, tapi ada bonus tambahan kalau sakit dan harus rawat inap di rumah sakit nanti dibayarin, kalau kena stroke, kanker atau jantung dikasih duit, nabungnya 10 tahun aja tapi manfaat asuransinya bisa jalan terus"
Mungkin anda pernah ditawari agen asuransi dengan mengatakan hal seperti itu atau mungkin anda adalah agen yang sering menjual dengan kata-kata seperti itu??
Jadi kalau banyak agen yang masih tidak mengerti dengan apa yang mereka jual, apalagi nasabahnya? banyak yang tidak mengerti dengan apa yang mereka beli.
Kalau anda saat ini sedang ditawari sebuah program asuransi atau mungkin anda sudah terlanjur membeli asuransi dengan penawaran agen yang mengatakan bahwa asuransi sama seperti menabung yang dapat bonus proteksi dan cukup nabung 10 tahun saja, maka ada baiknya anda terus membaca artikel ini sampai selesai, supaya anda bisa mengerti apa yang akan anda beli atau apa yang sudah anda beli.
Premi asuransi yang kita setorkan sama sekali tidak sama dengan tabungan, kalau menabung di Bank dan setor uang 1 juta tiap bulan dalam waktu 12 bulan akan menjadi 12 juta dan kalau berlanjut sampai dengan 10 tahun maka uang yang terkumpul akan menjadi sebesar 120 juta dan ini PASTI.
Tapi kalau setor uang sebagai premi di asuransi 1 juta tiap bulan maka dibulan ke 12 hampir bisa dipastikan uang anda yang terkumpul jauh lebih kecil dari pada kalau anda menabung di Bank, bahkan bisa dibawah 50% nya, dan setelah 10 tahun berjalan uang anda yang terkumpul tidak dapat dipastikan menjadi 120 juta atau sama kalau menabung di Bank, karena uang anda yang terkumpul bisa lebih besar, sama atau bisa juga lebih kecil
Berasuransi itu artinya kita harus membayar terus sepanjang kita di asuransikan, artinya jika kita ingin di asuransikan sampai usia 75 tahun atau 99 tahun atau 100 tahun maka selama itu juga kita harus terus membayar asuransinya, bukan hanya 10 tahun saja tapi terus bayar sampai usia 75, 99 atau 100tahun.
Kesalah pahaman ini tentunya tidak perlu terjadi kalau nasabah mengerti kemana saja uang premi mereka di alokasikan oleh sebuah perusahaan asuransi.
Jika anda mengambil program asuransi unit link maka premi anda biasanya akan dibagi dalam 2 kantong;
- Kantong Proteksi
- Kantong Investasi
Dalam Kantong Proteksi ini juga nanti akan dibagi menjadi beberapa komponen biaya.
Kantong Investasi porsi inilah yang merupakan investasi dari anda yang tentunya sewaktu-waktu saat anda membutuhkannya bisa anda tarik kembali, umumnya perusahaan asuransi akan mengenakan biaya untuk kantong ini sebesar 3-5% sebagian perusahaan langsung mengenakan biaya tersebut setiap kali premi disetorkan, ada juga yang mengenakan biaya tersebut hanya pada saat penarikan dana.
Saat seseorang ingin perlindungannya lebih maksimum, banyak yang hanya menaruhnya pada satu kantung saja yaitu 100% pada kantong Proteksi, sebaliknya me-alokasikan 100% hanya pada kantong Investasi di sebuah perusahaan asuransi tidak mungkin dilakukan, karena perusahaan asuransi adalah perusahaan asuransi bukan perusahaan investasi.
Biasanya agen asuransi nda akan membagi premi yang anda setorkan itu dengan porsi untuk kantong asuransi 75% dan kantong investasi 25%, artinya jika anda membayar premi 1juta setiap bulan maka premi anda akan di alokasikan 750.000 pada kantong proteksi dan 250.000 sisanya pada kantong Investasi.
Jadi dengan pembagian 75% dan 25% ini seseorang yang membayar premi 1juta setiap bulan, maka di bulan ke 12 nilai tunainya akan menjadi 250.000 x 12 = 3juta saja dan bukan sebesar 12juta.
Lalu setelah 10, 15, 20tahun atau lebih nilai tunai yang terbentuk dan bisa ditarik sangat tergantung dari dimana uang anda di investasikan dan juga tentunya tergantung dari harga pasar, jadi tidak bisa di janjikan dan dipastikan besarnya.
Dalam Kantong Proteksi sendiri ada beberapa yang harus dibayar dari kantong proteksi ini antara lain ;
- Biaya Administrasi
- Biaya Akuisisi
- Biaya Asuransi (Cost of Insurance)
Biaya Administrasi biasanya sebesar 25.000 - 30.000 yang ditarik setiap setahun sekali atau beberapa bulan sekali tergantung perusahaan asuransinya, Biaya Administrasi ini akan dibayar terus selama manfaat perlindungan asuransi berjalan
Biaya Akuisisi namanya orang jualan pasti ingin mencari keuntungan juga, termasuk juga sebuah perusahaan asuransi pasti juga mencari keuntungan dan Biaya Akuisisi inilah yang merupakan keuntungan dari sebuah perusahaan asuransi dan juga tentunya didalamnya termasuk komisi buat agen anda, Biasanya perusahaan Asuransi mengenakan Biaya Akuisisi selama 5 tahun, artinya premi anda selama 5 tahun akan di alokasikan untuk biaya ini dimana Biaya Akuisisi terbesar ada di tahun pertama dan kedua lalu menurun di tahun 3,4 dan 5, setelah memasuki tahun ke 6 dan seterusnya 100% biaya akuisisi ini akan digunakan untuk menambah Kantong Investasi anda.
Biaya Asuransi (CoI - Cost of Insurance) bisa dikatakan sebagai biaya modal dari sebuah asuransi untuk memberikan anda proteksi atau sebuah harga dasar dari asuransi yang anda ambil, Biaya Asuransi ini harus dibayar selama asuransi berjalan dan biaya asuransi ini seiring bertambahnya usia seorang nasabah asuransi maka biayanyapun akan bertambah.
Karena Biaya Asuransi akan bertambah seiring bertambahnya usia nasabah, maka suatu saat Biaya Asuransi ini akan menjadi lebih besar dari premi yang dibayarkan, dan pada saat hal ini terjadi artinya premi yang anda bayarkan sudah tidak lagi mencukupi biaya asuransinya maka disaat tersebut kekurangannya akan di potong dari Nilai Tunai dari Kantong Investasi anda.
Jadi janji agen yang mengatakan cukup bayar 10 tahun saja realisasinya sangat tergantung dari seberapa besar Nilai Tunai Investasi si nasabah, kalau Nilai Tunai Investasi si nasabah ternyata tidak mencukupi kekurangan bayar Biaya Asuransinya maka tentunya Polis si nasabah akan menjadi Lapsed
John Frederick W
HP/WA : 081291792088
email : fredjow@gmail.com
Kamis, 14 Juli 2016
Jangan Beli Asuransi Pasti Rugi,...!!!
Pernah dengar nasehat seperti itu dari orang-orang di sekitar anda?
"Saya sudah nabung di asuransi 500 ribu tiap bulan sekarang udah 2 tahun saya tutup tapi uang saya cuma dikembalikan 3 juta doang?? 8 jutanya kemana??
Siang tadi saya membaca status di Facebook yang intinya merupakan keluhan seorang nasabah yang merasa dirugikan oleh pihak asuransi, karena setelah 10 tahun me-investasikan uangnya di asuransi sebesar 500ribu perbulan tapi ternyata uangnya hanya menjadi Rp. 60.778.000.
"Bisakah kalian bayangkan 500.000 selama 10 th hanya mendapat 778.000. Saya pikir agen2 asuransi investasi sebaiknya berkaca.... apakah enak rasanya memakan hasil keringat klien dengan cara seperti ini? Saya membayangkan pekerja keras dengan gaji terbatas yang menyisihkan Rp. 500.000 perbulan dengan susah payah akhirnya hanya mendapat 778.000 selama 10 th. BAYANGKAN 10 TH"
Kira kira seperti itu sepenggal ungkapan kekecewaan seorang nasabah asuransi yang di curahkan di status FB yang akhirnya cukup banyak mendapat balasan, ada yang mencoba meluruskan, ada yang sependapat lalu bersama-sama marah-marah dan mengutuk asuransi dan para agennya, ada juga nasabah-nasabah yang menjadi khawatir lalu menimbang-nimbang untuk menutup polisnya.
Mungkin anda sering mendengar hal-hal seperti ini?
Atau anda sendiri juga merasa menjadi salah satu orang yang "dirugikan" oleh asuransi?
Kalau anda merasa senasib dan sepenanggungan dengan orang-orang yang kecewa di atas, dan mempunyai pemikiran yang sama atau mirip-mirip dengan status diatas, maka saya sarankan JANGAN PERNAH MEMBELI ASURANSI KARENA ANDA PASTI! SEKALI LAGI PASTI AKAN RUGI !
Asuransi bukanlah tabungan, asuransi bukanlah investasi walaupun didalamnya ada porsi investasi untuk Unit Link, Asuransi adalah Asuransi.
Asuransi diambil bukan untuk menciptakan keuntungan baik jangka pendek, menengah ataupun jangka panjang.
Tujuan seseorang mengambil asuransi bukan untuk mendapatkan keuntungan, tapi untuk menghidari atau mengurangi dampak kerugian yang ditimbulkan karena suatu kejadian yang tidak direncanakan yang secara tiba-tiba membutuhkan uang yang cukup besar.
Mengambil asuransi dengan harapan keuntungan hanya akan membuat seseorang merasa menyesal ketika seharusnya bersyukur saat tidak terjadi resiko sakit, kecelakaan ataupun sakit kritis.
Mereka ketika seorang agen mengatakan ada uang 1 miliar yang akan asuransi berikan jika terkena sakit kritis biasanya akan menjawab "Iya dapet 1 Miliarnya mesti kena stroke dulu baru keluar, kalau ngga ada apa apa yang gak bakalan dapet, rugi udah bayar premi setiap bulan" Mereka tidak pernah berfikir uang 1 miliar tersebut bisa menjadi sangat membantu saat kehilangan income karena di PHK perusahaan yang disebabkan kehilangan kemampuan untuk bekerja karena sakit kritis, mereka tidak berfikir uang 1 miliar itu dapat menjaga standar hidup keluarga tidak akan turun atau bahkan terpuruk.
Ban serep ada bukan untuk membuat mobil bahan bakarnya menjadi lebih irit atau menjadikan mobil bisa melaju lebih kencang, ban serep ada untuk memberikan rasa aman pada pengemudi dan penumpang, karena ada jaminan ketika terjadi resiko ban bocor ataupun pecah, perjalanan akan tetap dapat dilanjutkan untuk mencapai tujuannya.
Demikian juga asuransi ada bukanlah untuk memberikan keuntungan finansial, tapi asuransi ada untuk memberikan rasa aman, rasa aman karena ada kepastian ketika income terpaksa harus hilang karena kemampuan kerja hilang akibat sakit kritis atau bahkan meninggal dunia, akan ada income pengganti dari asuransi untuk anda dan keluarga melewati masa masa sulit sakit kritis, atau keluarga dan semua orang yang dicintai tetap dapat melanjutkan kehidupan mereka dengan tetap terjaga standar hidupnya walaupu sang pencari nafkah sudah tiada.
John Frederick W.
HP/WA : 081291792088
email : fredjow@gmail.com
Rabu, 13 Juli 2016
Perusahaan Asuransi Bejo Life
Sebut saja namanya Bejo, seorang pedagang dan pemilik toko spare part mesin-mesin pabrik di LTC Glodok, usianya masih cukup muda sekitar 30 an awal, sudah bekeluarga dan punya anak satu usia 2 tahun dan istri mengurus anak dirumah, beberapa bulan lalu saya sempat mampir ke tokonya dalam rangka Canvassing.
"Ah saya gak main yang kayak gitu-gituan" kalimat ini yang paling saya ingat dari perkataan koh Bejo (Bejo ko' dipanggil kokoh?? ) dalam obrolan kami waktu itu ketika berbicara mengenai asuransi
dan waduh asuransi di bilang "gitu-gituan"
"Gak percaya saya sama yang namanya asuransi, jadi gak mainlah" kata koh Bejo
"O ya koh?? pernah punya pengalaman jelek ya dengan asuransi ?" tanya saya
"Banyaklah pak John, saya sering dengar banyak yang kecewa dengan yang namanya asuransi, makanya saya ngga maulah ikut-ikut kayak gitu, buang uang doang, mendingan uang saya puterin lagi di usaha, lebih kelihatan hasilnya" Jawab koh Bejo dengan semangat.
Saya hanya mengangguk angguk kecil sambil menyimpulkan bahwa pengalaman buruk tentang asuransi bukanlah pengalaman langsung si koh Bejo ini.
"Jadi udah ya,.. maaf aja ya pak John,.. kalau asuransi nggaklah saya gak main!" sekali lagi koh Bejo mengulangi kata-kata ini seolah ingin menegaskan hal ini.
"O gitu ya koh,... ya gapapa sih koh kalau emang begitu,.. terima kasih ya buat waktunya" jawab saya sambil sedikit tersenyum.
"Iya sama-sama!" sahut si kokoh sambil membalas tersenyum
Saya bergerak akan keluar toko tapi kemudian berhenti.
"Koh, saya penasaran nih" kata saya
"Apa itu?" jawab si kokoh
"Kalau kokoh gak maen dengan yang namanya asuransi, kenapa kokoh sekeluarga bisa punya asuransi sampai hari ini?" tanya saya
Terlihat wajah berpikir dari si koh Bejo.
"Ngga saya gak punya asuransi,.. siapa yang bilang?" sanggah koh Bejo
"Punya koh,.. kokoh sama keluarga punya asuransi" sahut saya lagi
"Kan saya sudah bilang saya gak maen gituan" jawab si koh Bejo lagi
"Betul koh makanya saya jadi penasaran kenapa kokoh bisa punya asuransi sampai sekarang ini" sahut saya sambil memperhatikan reaksi si kokoh dengan sedikit senyum
"Koh Bejo semenjak mulai punya penghasilan, kokoh udah punya asuransi dari perusahaan asuransi yang namanya Bejo life" lanjut saya dengan tetap tersenyum
"Ooo itu,.. !" seru si kokoh sambil mengangguk sekali
Saya tersenyum, si kokoh juga ikut tersenyum walaupun dikit banget, jadi saya lanjutkan.
"Iya koh waktu kokoh mulai kerja atau bisnis, mulai punya penghasilan kokoh langsung bikin perusahaan asuransi yang namanya Bejo Life, nasabah Bejo Life ini awalnya sih cuma punya satu nasabah aja,.. ya cuma kokoh aja nasabahnya, trus mulai nambah lagi waktu kokoh punya istri, trus punya anak, jadi nasabah perusahaan asuransinya kokoh sampai sekarang ini ada 3 orang, kokoh sendiri, cici sama anak kokoh." lanjut saya.
Kelihatannya si kokoh masih mendengarkan, jadi saya lanjut
"Perusahaan asuransi kokoh ini pengelolaannya sederhana sekali, preminya juga flexible banget, kalau ada uang sisa bayar premi, kadang gede kadang kecil kadang gak bayar bebas gak ada yang namanya manfaat lapse, dan kalau perlu uang bisa ditarik kapan aja, uang preminya sama Bejo Life kadang disimpan di bank, kadang dibelikan asset property rumah mobil itupun kalau ada dana ngumpul, tapi seringnya sama Bejo Life ini diputar lagi kebisnis, jadi perusahaan Bejo Life ini jarang sekali ada uang tunai dalam jumlah lumayan, hampir semuanya muter"
Hening sejenak.
"Koh yang namanya perusahaan asuransi itu pasti ada programnya, Bejo Life juga sama koh ada programnya, nah programnya sederhana sekali, kalau salah satu nasabah sakit dan mesti nginap di rumah sakit, Bejo Life akan siapkan sejumlah uang jaminan cash yang biasanya diminta rumah sakit sebelum bisa rawat inap, diluar biaya rawat inapnya sendiri, tapi karena di Bejo Life ini seringkali gak ada uang cash karena uangnya masih sibuk muter dibisnis, biasanya ada satu paket tambahan saat mau rawat inap, fasilitas ngotot-ngototan sama administrasi rumah sakit"
"Itu untuk program rawat inapnya koh, lain lagi untuk program sakit kritisnya, kalau misal yang kena sakit kritisnya kokoh sendiri, trus butuh biaya ratusan bahkan sampai miliaran, padahal kalau kejadiannya sama yang kerja atau sama kokoh otomatis gak bisa kerja atau usaha otomatis dana kelolaan Bejo Life juga bakal berhenti koh, nah untuk kondisi seperti ini biasanya ada fasilitas transfer resiko secara otomatis dari Bejo Life ke Cici Life.
Tapi karena sumber dana dari Cici Life gak jelas, dampaknya ya Cici Life ini harus cari mati-matian cari dana yang cukup untuk bayar claim ke keluarga, biaya penyembuhan biaya hidup keluarga semuanya harus Cici Life yang cover.
Kalau Cici Life gak sanggup bayar claim, biasanya, biasanya Cici Life bisa cari bantuan ke OrTu Life, kalau gak cukup juga bisa ke Mertua Life, masih gak cukup juga Saudara Life atau bahkan ke Teman Life."
Semakin banyak yang bantu semakin ringan bebannya"
Terlihat wajah si kokoh mulai serius.
"Koh,.." lanjut saya lagi..
"Sebenarnya di perusahaan asuransi itu kita berbagi resiko koh, kalau tadi resikonya dibagi diantara OrTu Life, Mertua Life, Saudara Life, Teman Life supaya beban Cici Life jadi lebih ringan, di perusahaan asuransi resikonya dibagi bukan sebatas puluhan, ratusan atau ribuan orang tapi bisa sampai jutaan orang, jadi beban si Cici Life juga dibagi bersama jutaan Nasabah Life.
Perusahaan seperti Prudential, Manulife, AXA, ACE, Allianz atau yang lain-lain lah tugasnya buat ngelola dananya aja koh"
Si kokoh lalu bertanya. "Berapa sih Preminya..?"
John Frederick W
HP/WA : 081291792088
email : fredjow@gmail.com
Jumat, 27 Mei 2016
Prudential Vs BPJS
Kemarin waktu Canvasing di Pasar Pagi Mangga Dua (Lebih tepatnya cuma jalan doang) mampir ke counter salah satu pedagang tas disana, yang pernah saya kunjungi beberapa bulan lalu saat Canvasing.
Sampai di konternya si kokoh dan si cici terlihat lagi sibuk membereskan tas² dagangannya.
Halo sore koh,... kata saya menyapa.
Oh hai, sore, waaahhh Prudential memang top dah mantabh, sahut si kokoh menjawab sapaan saya dan langsung berkomentar tentang Prudential sambil mengacungkan kedua jempolnya kesaya.
Wah mantabh ya koh, jawab saya sambil nyengir keren
Jadi sekarang udah bukan Prudent SIAL lagi nih koh? Lanjut saya sambil mengingatkan pembicaraan terakhir sekitar satu bulan lalu dimana si kokoh berniat menutup polisnya yang dia bilang gak berguna gak bermanfaat dan rugi punya karena merasa dia tidak pernah sakit, saat itu saya sempat ingatkan untuk tidak menutup polisnya (Polisnya diambil dari agen kenalannya bukan dari saya)
Haha ngga lah sekarang udah bukan Prudent SIAL lagi tapi Prudent top. Jawab si kokoh
Iya Prudential bagus loh. Si Cici gak mau kalah ikut nimbrung.
Kenapa koh? Apa ada yang baru claim? Kokoh atau Cici nih yang sakit? Sahut saya.
Saya kemaren hari itu di rawat inap di (duh saya lupa rumah sakitnya, tapi rumah sakit yang lumayan besar di Jakarta Barat) 3 hari nginep.
Wah lu sakit apaan koh? Tanya saya.
Cuma gak enak badan kayaknya bukan apa apa tapi 3 hari kena 13 juta loh. Jawab si kokoh.
Wah gawat itu koh, lu gak enak badan aja habis 13 jt, trus semua dibayar gak sama Pru? Ada nombok ga?
Cuma nambah berapa ratus ribu doang, soalnya gw ambil kamar yang lebih mahal, yang dari Prudent kan saya ambil kamar yang 500rb. Si kokoh menjelaskan dengan semangat.
Saya hanya tersenyum sambil mendengarkan curhatan si kokoh, Always Listening Always Understanding haha..
Dari curhatan claim dia di rumah sakit topiknya bergeser mengenai masalah BPJS, dia cerita betapa temannya harus rela mengantri lama untuk dapat pelayanan dan kamar kelas satu yang selalu saja penuh.
Saya hanya menjawab, gak semua rumah sakit yang melayani pasien BPJS dengan sejelek itu, lalu saya cerita pengalaman kakak dan keponakan saya yang menggunakan BPJS di rumah sakit yang di layani cukup baik, walaupun tetap kamar kelas satunya selalu saja "Penuh" walaupun setelah beberapa hari rawat inap dapet juga kamar kelas 1 nya.
Lalu kemudian si kokoh bertanya.
Menurut lu ya John, BPJS saya bagusnya di terusin atau di tutup aja?
Wah, jangan ditutup koh, BPJS tetap penting kok. Jawab saya.
Ya tapikan udah ada Prudential juga, kalau sakit ya pake Prudential dong bukan pake BPJS, maleslah kalau harus antri kayak gitu. Sahut si kokoh.
Iya koh, kalau lu sakit mesti dirawat inap dirumah sakit ya lu pake Prudential lah. Tapikan koh tadikan lu bilang kalau bisnis turun naik, nah misalnya nih ya koh, waktu bisnis lo lagi turun trus amit² nih (sambil ketuk² etalase konternya dia) lu gak bisa bayar Prudential lebih dari dua bulan, otomatis Prudent lu bakalan lapse gak bisa kepake, trus sialnya lu sakit mesti rawat inap di rumah sakit, biarpun lu lunasin tuh yang 2 bulan tadi, kan tetep aja blum bisa dipake kartunya karena harus tunggu 3bulan dulu, sakit² tertentu malah harus tunggu lagi 12 bulan, tapi kan tetep aja yang namanya sakit lu harus dirawat.
Nah kalau lu punya BPJS walaupun dengan segala kelebihan dan kekurangannya saat Prudential lu gak bisa pake lu masih aman karena ada BPJS.
Si kokoh manggut² setuju walau terlihat kalau masih ada rasa keberatan.
Tapikan BPJS gak gratis juga tetep harus bayar. Kata si kokoh lagi keberatan.
Yaelah koh, sela saya
Bayar BPJS paling berapa sih koh? Palingan cuma 60rb an doang anggap ajalah lu amal koh sama orang gak mampu yang pake BPJS. Jawab saya lagi.
Terlihat wajah si kokoh berubah jadi cerah dan dia manggut² sambil tersenyum.
Wah iya kalau ini gw setuju John sama omongan lu, anggap aja amal ya, amal yang kalau kondisi mepet bisa ada gunanya, oke deh gw terusin BPJSnya Tambah si kokoh sambil manggut²
Beres² konter hampir selesai untuk tutup toko, saya masih sempat menghabiskan segelas air mineral yang dikasih si cici lalu saya pamit.
SAYA KONSULTASI KE ISTRI DULU YA..
Kalimat ini adalah kalimat yang paling sering saya dengar ketika melakukan pertemuan kedua dengan seorang prospek. Setelah selesai saya menjelaskan manfaat dari program asuransi, tidak ada keberatan, tidak ada koreksi tidak ada pertanyaan, "Saya tertarik tapi saya tanyakan ke istri saya dulu ya"
Seperti dua hari lalu, di sebuah toko Accessories HP di jalan Sukapura, selesai saya menjelaskan manfaat dari ilustrasi yang saya sampaikan kalimat pamungkas ini kembali muncul, "Saya tertarik sekali, tapi saya harus tanya dulu sama istri saya" dan saya akhirnya menjawab Ok kalau begitu dua hari lagi saya mampir lagi ya koh..
Dan hari ini.
Sore koh, sapa saya.
Oh hai sore, wah saya sudah tanya loh ke istri saya tapi katanya nggak dulu deh, sahut si kokoh menjawab sapa saya dengan langsung to the point.
Oh ya kenapa nih koh? Tanya saya lagi. Dalam hati rada penasaran juga karena rasanya saya sudah menjelaskan program yang saya buat si kokoh ini, dan si kokoh ini paham betul bahwa manfaat asuransi ini yang saya sampaikan manfaat terbesarnya adalah justru untuk istrinya yang tidak bekerja dan anaknya yang
masih berumur satu tahun.
Ya kata istri saya masih banyak keperluan yang lebih penting, jawab si kokoh.
Ooo gitu ya koh? Sahut saya.
Koh tahu gak, kalau sepanjang saya ada di industri asuransi ini sepanjang pengalaman saya, 95% istri kalau ditanya suaminya untuk masuk asuransi jawabannya adalah TIDAK SETUJU. Tapi ada fakta pahitnya koh, 100% dari istri kalau ditanya apakah seharusnya ALMARHUM suaminya mengambil asuransi sebelum meninggal, jawabannya kompak MEREKA SETUJU koh. Tapi mau setuju atau bagaimanapun itu udah telat koh.
Koh istri kokoh mengatakan tidak karena mungkin buat dia, uang preminya bisa mengurangi jatah dia untuk ngisi kulkas dirumah, sayang dong uang segini dibuang² untuk sesuatu yang belum perlu, iya kalau sakit? Kalau nggakan rugi banget bayar mahal² gak kepake juga manfaatnya, mending uang segini dipake buat cicil mobil, atau kulkas baru 12 pintu, lagian lu kan masih muda masih jauhlah dari yang namanya sakit² kayak gitu.
Mungkin istri kokoh akan berfikir seperti itu ya koh? Tapi tenang koh karena istri kokoh gak sendirian 95% istri yang tidak setuju tadi juga bilangnya seperti itu koh, tapi 100% yang setuju bilangnya begini koh "tadinya saya juga mikir seperti itu waktu suami saya masih ada".
Koh ada nasabah kita, bukan nasabah saya tapi nasabah teman saya yang masih satu team dengan saya, usianya masih muda masih 30 awal, dari obrolan dengan teman saya disepakati program yang tepat untuk dia ini preminya 2,5juta, dia bilang programnya bagus dan pasti ambil, tapi sama koh dengan kokoh, dia mau konsultasi dulu dengan istrinya.
Tebak koh jawaban si istri bagaimana?
Istrinya marah marah tidak setuju, ngapain mau ambil asuransi mahal² uang segitu kalau dipake buat beli ini beli itu udah lumayan, nyicil mobil juga bisa, intinya si istri nolak keras koh.
Berapa hari kemudian akhirnya sisuami ini ketemu dengan teman saya dan dia memutuskan untuk ambil tapi yang preminya 1.5 juta aja dengan wanti² supaya istrinya jangan sampai tahu.
Satu bulan lewat dua bulan lewat tiga bulan lewat... persis pas bulan ke empat si suami meninggal katanya kena brain death, si istri gak kerja anak masih satu tahun tiba² suaminya yang muda yang sehat meninggal karena sakit kritis gaji suami juga stop.
Tapi untungnya koh klaim sakit kritis dan meninggalnya bisa cair total premi yang di setor 1,5 x 3 bulan baru 4,5juta tapi Prudential kasih 1,1M buat si istri dan anaknya, harusnya bisa lebih kalau preminya tidak dipotong.
Waktu klaim disetujui si istri nangis koh, dia bilang sama teman saya terima kasih udah maksa suaminya ambil polis.
Mata si kokoh terlihat berkaca² akhirnya dia bilang, supaya saya ketemu dengan istrinya 2 hari lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)







