Senin, 08 Agustus 2016

Suami Dan Ayah Yang Baik


Betapa bahagianya koh Bejo ketika siang tadi mendapat panggilan untuk menghadap Bos dikantor,  walaupun awalnya agak merasa was² juga karena tidak biasanya Bos memanggil dirinya untuk menghadap ada hal sangat penting yang harus dibicarakan,  kata Bu Yuni sekretaris Si Bos. Tapi setelah pertemuan dengan bos tadi semua rasa was² koh Bejo hlang tak berbekas berganti dengan rasa bahagia dan semangat.

Dalam pertemuan tadi di ruang Big Boss,  koh Bejo mendapat pemberitahuan bahwa atas kerja keras loyalitas dan kinerjanya maka dirinya akan dipromosikan untuk memimpin salah satu cabang perusahaan di luar negeri,  sebuah lompatan karir yang memang selam ini sudah sangat di impi²kannya,  tidak sabar rasanya untuk segera bertemu dengan istri di rumah untuk menceritakan semua berita gembira ini,  tidak sabar rasanya untuk mencium kening si bayi sebagai ungkapan rasa syukur walaupun tentu saja sibayi sama sekali belum mengerti apa kebahagiaan ayahnya.

Perusahaan telah mempercayakan Papi untuk memimpin perusahaan di luar negeri, nanti mami dan si bayi,  juga si kaka bisa menyusul untuk tinggal bersama di luar negeri,  perusahaan akan menyediakan fasilitas rumah tinggal disana,  tapi sayangnya baru satu tahun lagi, Mami,  si bayi dan si kaka bisa nyusul kesana,  si kaka juga bisa nerusin SD nya disana.  Begitu kira² kata² yang di sampaikan kepada istrinya dengan bersemangat.

Sang Istri pun menyambut berita ini dengan gembira dan antusias walau ada sedikit rasa sedih karena selama satu tahun terpaksa harus terpisah dengan suami yang sangat di cintainya,  tapi kegelisahan dan kesedihan itu tertutupi akan harapan masa depan keluarga yang akan segera menjadi jauh lebih baik,  promosi yang tentunya juga membawa dampak kepada income suami yang pasti akan bertambah lebih besar,  bayangan income tersebut bisa menghantarkan kedua buah hati mereka untuk mencapai cita² mereka dengan sekolah yang terbaik. Segala kesedihanpun hilang,  apa lagi ini jaman modern komunikasi bisa sangat mudah,  bisa WA, bisa BBM bisa berbagi status dan saling update melalui FB,  tentu bisa memuaskan rasa kangen dan keinginan berjumpa kelak,  lagi pula satu tahun tidaklah terlalu lama.

Perencanaanpun segera dibuat segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan sebaik²nya,  sebagai suami yang baik koh Bejo tidak ingin anak dan istrinya susah, ia ingin keluarganya tetap terjamin segala kebutuhan sandang pangan pendidikan kesehatan dan juga tentunya hiburan bagi keluarga,  walaupun tidak bisa bersama selama satu tahun kedepan,  semua kebutuhan itu harus tetap terjamin bagi keluarga,  dan tentu saja semua itu artinya harus ada sejumlah uang yang ditransfer ke rekening istri secara rutin yang jumlahnya dapat memenuhi segala kebutuhan anak dan istri setiap bulannya selama satu tahun.

Koh bejo tidak berkeberatan dengan itu semua,  tidak ada masalah buat mengirimkan sebagian besar incomenya untuk anak istrinya dan menyisakan sebagian kecil lainnya untuk dirinya sendiri yang pasti juga memerlukan dana untuk kebutuhan sehari², koh Bejo tidak merasa berat dan sayang dengan pengeluaran tersebut,  karena ia merasa itulah tanggung jawabnya sebagai suami dan ayah bagi anak²nya,  kesejahteraan keluarga,  pendidikan dan masa depan anak adalah cita²nya dan prioritasnya sebagai suami dan ayah.

Dan itulah yang menjadikan koh Bejo layak disebut sebagai Suami yang baik dan tentunya ayah yang baik dan bertanggung jawab bagi keluarga.

Sebagai seorang kepala keluarga yang mencintai dan bertanggung jawab bagi anak² dan istrinya tanggung jawab ini tidak akan dirasa sebagai beban,  sebaliknya akan dirasa sebagai kebanggaan.

Sepenggal kisah kehidupan ini mungkin sering kita dengar dan kita saksikan langsung disekitar kita atau bahkan menjadi pengalaman hidup bagi kita sendiri.

Perpisahan koh Bejo dan keluarganya adalah perpisahan sementara yang membawa harapan masa depan yang lebih baik, dan ada income yang ditinggalkan untuk keluarga sebagai tulang punggung kehidupan sampai masa nya tiba berkumpul kembali dengan suami dan ayah tercinta.

Tapi sering terjadi juga kisah² dengan versi yang berbeda perpisahan tidak terjadi sementara,  perpisahan mungkin akan terjadi abadi,  dan perpisahan yang tidak membawa harapan masa depan dan perpisahan yang tidak menyediakan income untuk ditinggal.

Tidak sedikit keluarga yang harus terpisah dengan kepala keluarganya bukan untuk sementara dan bukan untuk harapan hidup yang lebih baik,  karena si kepala keluarga harus pergi selamanya menghadap yang maha kuasa,  tanpa jaminan income yang ditinggalkan bagi anak dan istri.

Kematian seorang kepala keluarga sering kali di ikuti dengan hilangnya juga penghasilan keluarga bahkan tidak jarang pula mewarisi sejumlah hutang yang harus ditanggung dan kemudian bagi anak² kehilangan akan semakin besar setelah kehilangan ayah dan jaminan incomenya,  mereka juga harus terpaksa kehilangan sosok seorang ibu karena mau tidak² mau si ibu harus berusaha keras menggantikan sang ayah untuk mencari nafkah dan itu artinya waktu untuk anak²pun akan semakin sedikit.

Koh Bejo seorang suami dan ayah yang baik,  dia memikirkan juga bagaimana kehidupan keluarganya tanpa kehadirannya untuk sementara,  tapi itu saja tidaklah cukup,  karena kalau memang koh Bejo benar² mencintai keluarganya,  tentu dia tidak hanya akan memikirkan income saat perpisahan sementaranya saja,  tapi juga kemungkinan perpisahan selamanya yang bisa terjadi kapan saja tanpa rencana dan tentunya tanpa meeting dengan boss dikantor terlebih dulu.

Tapi bukan Koh Bejo namanya jika ia tidak memikirkan juga hal tersebut,  baginya kesejahteraan keluarga adalah diatas segala²nya,  koh Bejo juga sudah memikirkan kemungkinan perpisahan sementara yang penuh harapan yang bisa saja berubah menjadi perpisahan selamanya yang membawa duka diiringi dengan terhentinya income,  karena memang tidak ada perusahaan yang terus membayarkan gaji karyawannya yang sudah tiada.

Yah koh Bejo sudah memikirkan semuanya dan mempersiapkan segalanya bahkan ketika sang istri menentang habis²an rencananya ini,  koh Bejo tetap pada pendiriannya kesejahteraan keluarga adalah segalanya baik saya ada atau tiada.

Dua Bulan lalu Koh Bejo mengambil sebuah program asuransi jiwa bersama didalamnya program santunan sakit kritis,  dimana program yang koh Bejo ikuti tersebut bertujuan untuk menggantikan semua income koh Bejo bagi keluarga disaat koh Bejo meninggal dunia yang jika sejumlah uang tersebut dimasukkan dalam deposito bunganya bisa menjadi income pasif selamanya,  juga sebuah santunan ketika terjadi kemungkinan sakit berat seperti stroke kanker dsbnya yang bisa menyebabkan seorang tulang punggung keluarga dapat berubah menjadi beban keluarga.

Untuk semua program tersebut koh Bejo menganggarkan 10% dari penghasilannya untuk disetorkan pada sebuah asuransi jiwa setiap bulannya,  dan hal ini mendapat tentangan keras dari sang istri yang merasa hal ini hanyalah pemborosan dan buang² uang dan merasa sayang karena 10% tadi bisa saja digunakan buat beli yang lain² yang lebih kelihatan,  tapi koh Bejo tetap bulat pada keputusannya,  karena dia yakin bahwa keputusan ini adalah yang terbaik buat anak²nya dan juga istrinya yang justru menentangnya.

Koh Bejo berkeyakinan jika saja perpisahan sementara dia harus menyiapkan segala sesuatunya,  apalagi jika perpisahan itu untuk selamanya,  jika dalam perpisahan sementara koh Bejo tidak rela standard hidup keluarganya turun apa lagi dalam perpisahan selamanya,  jika dalam perpisahan sementara sang istri mengatakan koh bejo tidak perlu kirim uang,  karena istri akan berusaha cari sendiri pasti koh Bejo akan menolak,  terlebih lagi jika perpisahannya untuk selamanya.

Yah Koh Bejo memang suami dan ayah yang baik...


Life Assurance Consultant
John Frederick W
081291792088
fredjow@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar