Kelahiran seorang bayi dalam sebuah keluarga tentu saja membawa kebahagiaan bagi kedua orang tuanya, bahkan mungkin merupakan kebahagiaan yang terbesar.
Harapan dan cita² yang tinggi dari dari orang tua yang diletakkan kepada si bayi merah yang baru lahir, akan bagaimana masa depannya kelak, bahkan jauh sebelum si bayi tau apa itu berharap dan bercita².
Semoga kelak akan menjadi orang yang saleh
Semoga kelak akan menjadi orang yang takut akan Tuhan
Semoga kelak sayang dan berbakti pada orang tua
Semoga kelak akan menjadi orang besar
Semoga kelak memiliki karir yang bagus
Semoga kelak menjadi orang yang cerdas
Semoga kelak bisa lebih sukses dan bahagia dari pada orang tuanya.
Dan sejuta harapan dan cita² bagi si anak, yang disambut dengan tangis si anak menerima beban harapan tersebut, sebuah tangisan yang juga menuntut kembali tanggung dan jaminan agar harapan² tersebut bisa terwujud.
Tuntutan tanggung jawab yang diminta si bayi dalam tangis pertamanya agar diberikan jaminan dalam melewati setiap fase kehidupannya kelak termasuk juga untuk mencapai segala cita²nya setinggi apapun cita² si anak dalam pertumbuhannya nanti.
Dalam tangisan itu ada makna kata² "Mama Papa, karena kalian aku hadir di dunia ini, persiapkanlah segala sesuatunya Ma, Pa agar aku kelak bisa mewujudkan impian ku serta impian mama dan papa setinggi apapun itu"
Ya kehadiran seorang anak dalam keluarga bukan hanya memberikan kebahagiaan dan harapan tapi juga sebuah tanggung jawab yang besar, apapun karir jabatan dan posisi sosial masyarakat, membesarkan dan menghantarkan anak menjadi orang baik dan mencapai cita²nya setinggi apapun itu adalah sebuah tugas suci yang harus di tunaikan sampai dengan selesai bagaimanapun caranya.
Tidak dapat dipungkiri dan sudah merupakan suatu fakta bahwa pendidikan adalah hal yang paling utama untuk mempersiapkan langkah si anak menggapai cita²nya baik pendidikan formal maupun informal.
Dan semua itu butuh BIAYA!
Karena itu merencanakan pendidikan bagi si anak dalam setiap tahapannya tidak bisa tidak pasti akan membutuhkan persiapan² finansial yang matang agar jangan sampai cita² hanya bisa digantungkan ketiang jemuran karena terpaksa harus pupus di tengah jalan disaat biaya tidak mencukupi atau bahkan habis untuk bisa mengejar cita² sampai menuju Bintang.
Perencanaan bijak perlu dilakukan, berbagai pertimbangan dalam memilih cara mempersiapkan dan memberi jaminan dana pendidikan bagi si anak, berapa besarnya biaya pendidikan yang dibutuhkan, kapan si anak akan membutuhkan dana tersebut untuk pendidikannya dan tentunya faktor inflasi yang bisa membuat biaya pendidikan kelak bisa menjadi 4 kali lipat di saat si anak akan masuk perguruan tinggi dibandingkan biayanya hari ini.
Sebagai contoh jika hari ini usia si anak adalah berumur 1 tahun dan biaya masuk perguruan tinggi kedokteran hari ini adalah 250 juta maka ketika si anak mencapai usia kuliah di umur 18 tahun maka biaya pendidikannya yang dibutuhkan sudah bukan lagi 250 juta, tapi sudah bertambah menjadi sebesar 1 miliar, dan inilah dana yang harus orang tua persiapkan, dan itupun hanya sebagai biaya masuk perguruan tingginya saja tidak termasuk biaya lain²nya selama kuliah.
Ada banyak pilihan dalam mempersiapkan dan menjamin dana pendidikan bagi si anak diantaranya adalah dengan 2 cara ini, Asuransi Pendidikan atau Investasi Pendidikan, lalu mana yang sebaiknya di pilih? Asuransi Pendidikan atau Investasi Pendidikan?
Mari kita bahas,..
INVESTASI PENDIDIKAN
Banyak cara investasi yang bisa dipilih untuk mempersiapkan dana pendidikan dari yang sesederhana menabung di bank, deposito sampai dengan reksadana saham dan lain²nya, tapi hal penting yang harus diperhatikan dalam memilih investasi apa yang terbaik adalah faktor waktu dan resiko serta seberapa cair investasi yang akan dipilih.
Seorang teman pernah bercerita, kalau dia mempersiapkan dana pendidikan anaknya dengan cara berinvestasi tanah dan property dengan harapan harga tanah dan properti tersebut akan terus naik sampai saatnya si anak membutuhkan dananya maka tanahbdan properti tersebut akan dijual, tapi cara ini punya permasalahan karena investasinya tidak terlalu cair, jangan sampai ketika saatnya harus membayar uang masuk Perguruan Tinggi uangnya belum ada karena tanah atau properti nya belum laku terjual.
Hal kedua yang perlu di perhatikan adalah berapa lama waktunya mempersiapkan dana pendidikannya, jika masih ada waktu lebih dari 10 tahun bisa menggunakan jenis Investasi yang sedikit lebih berfluktuatif seperti reksadana saham yang pengembalian rata²nya bisa diatas 15% atau diatas 20% jauh diatas inflasi rata² sehingga untuk mendapatkan dana pendidikan yang besar bisa dengan menggunakan uang setoran yang jauh lebih kecil dibanding jika mempersiapkannya melalui menabung atau deposito bank.
Tapi jika waktu yang tersisa untuk mempersiapkan dana pendidikan sudah tidak lama lagi, katakanlah dibawah 5 tahun maka menggunakan reksadana saham adalah bukan pilihan yang bijak karena terlalu berfluktuatif, sebagai gantinya bisa menggunakan pilihan investasi yang lebih aman seperti deposito dsb, tapi tentunya besar setorannya akan sangat besar.
Hal yang ingin saya sampaikan adalah jika besaran dana tunai yang menjadi tujuan utamanya gunakanlah cara Investasi seperti Reksadana Saham, tapi jika pilihannya adalah kepastian si anak akan tetap bisa mendapatkan jaminan tetap bisa meneruskan pendidikan walaupun ada beberapa resiko terjadi maka gunakan Asuransi Pendidikan.
ASURANSI PENDIDIKAN
Dalam mencari sebuah program Asuransi Pendidikan ada terdapat dua pilihan, Asuransi Pendidikan Tradisional atau Unit Link.
Asuransi Pendidikan Tradisional akan menjanjikan uang yang pasti pada kontraknya yang biasanya akan keluar nilai tunai yang bisa ditari saat SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Kelebihan untuk Asuransi Jenis ini Nilai Tunai yang akan diterima adalah pasti sesuai kontrak selama pembayaran premi terus dibayarkan, tapi kelemahan dari program ini adalah nilai tunai yang dijanjikan walaupun pasti besarnya tapi tidak memperhitungkan faktor inflasi jadi bisa jadi ketika dana dibutuhkan yang bisa diambil dari asuransi ini nilainya jauh dibawah nilai yang dibutuhkan, alasannya ya karena hal inflasi tadi.
Asuransi Pendidikan yang kedua adalah dengan menggunakan Unit Link, walau sesungguhnya asuransi ini bukanlah Asuransi Pendidikan tapi adalah
Asuransi Jiwa Unit Link tapi penggunaannya bisa untuk mempersiapkan dana pendidikan.
Berbeda dengan Asuransi Pendidikan tradisional yang memberikan nilai tunai yang angkanya pasti, sebaliknya unit link tidak menjanjikan nilai tunai yang angkanya pasti, walaupun bisa di prediksikan, akan tetapi karena Unit Link bisa memberikannjuga hasil investasi yang pengembaliannya lebih besar dari Inflasi maka hasil akhirnya bisa lebih diharapkan angkanya mendekati besaran yang dibutuhkan.
Dari sudut pandang mempersiapkan dana pendidikan Asuransi Pendidikan Unit Link sama seperti Reksadana Saham, tapi dengan penambahan benefit lain selain sekedar besarnya nilai tunai, seperti jaminan investasi akan terus berlanjut ketika salah satu orang tua terkena sakit kritis atau meninggal, dan selain terusnya pengumpulan dana yang dilanjutkan oleh perusahaan asuransi juga ada sejumlah uang yang keluar saat orang tua sakit kritis atau meninggal yang dapat digunakan untuk biaya hidup sementara tabungannya terus berjalan, dan hal seperti ini tidak bisa didapatkan dari program investasi seperti reksadana biasa yang pastinya akan segera berhenti nabungnya jika terjadi resiko sakit kritis atau meninggal pada orang tua dan pendidikan anak bisa terancam berantakan, tapi tentunya benefit akan ada harga yang harus dibayar sehingga menyebabkan Nilai Tunai pada Asuransi Pendidikan Unit Link akan lebih kecil dari pada Investasi Di Reksadana.
Jika pilihan anda adalah jaminan dan kepastian apapun yang terjadi pada orang tua baik meninggal atau sakit kritis, persiapan untuk dana pendidikan tetap bisa berlanjut sehingga anak terjamin pendidikannya, tapi jika besaran nilai tunainya yang menjadi tujuan utama dan tidak terlalu memperhatikan faktor resiko meninggal atau sakit kritis pada orang tua sehingga pendidikan anak bisa terancam berantakan maka Investasi Pendidikan bisa jadi pilihan.
Pilihan lain adalah dengan mengambil Reksadana dan Asuransi Jiwa murni secara terpisah, untuk hal ini akan saya bahas pada tulisan saya yang lain.
Life Insurance Consultant
John Frederick W
Phone : 081291792088
email : fredjow@gmail.com